Tak Kunjung Dibangun, Rakyat Samarkilang Tagih Janji Proyek Multi Years

Tak Kunjung Dibangun, Rakyat Samarkilang Tagih Janji Proyek Multi Years

BERITAKINI.CO, Redelong | Buruknya fasilitas kesehatan primer, dinilai bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan warga Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, tak mendapat pelayanan standar.

Lebih dari itu, persoalan infrastruktur, terutama jalan, juga menjadi faktor fundamental, yang membuat masyarakat di sana bukan saja tertinggal, tapi juga sering menerima resiko bahaya.

Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini. Seorang perempuan bahkan harus rela melahirkan di pinggir jalan, lantaran gagal mencapai rumah sakit.

Lihat juga: Belum Sampai Puskesmas, Seorang Perempuan Melahirkan di Pinggir Jalan Samarkilang Bener Meriah

“Sudah 75 tahun Indonesia merdeka, kami masyarakat Samarkilang belum merasakan kemerdekaan itu, jalan menuju kampung kami rusak parah. Tapi malah sejumlah anggota DPRA berusaha membatalkan proyek multi years Samarkilang, tolong pikirkan nasib kami pak,” teriak Fajri, pemuda Samarkilang saat pertemuan audiensi dengan anggota DPRK Bener Meriah, Kamis (5/11/2020).

Fajri pun mempertanyakan kepastian jalan tersebut dibangun.

Sementara anggota Komisi D DPRK Bener Meriah, Darwin mengatakan proyek multi years tersebut akan segera dijalankan.

“Sejauh ini pihak kita belum mengetahui sampai sejauh mana sudah dilakukan, sempengetahuan saya itu sudah dalam proses tender. Tapi besok akan saya hubungi pihak provinsi sampai sejauh mana proses tendernya,” katanya.

Sementara itu, kepada BERITAKINI.CO Darwin mengatakan, sebelumnya ketua Forum Reje Kampung, Kecamatan Syiah Utama juga sudah menelepon langsung Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk mempertanyakan kelanjutan proyek multi years tersebut.

“Saya mendengar sendiri percakapan antara ketua Forum Reje Kampung Kecamatan Syiah Utama dengan pak Nova Iriansyah, proyek itu akan segera dilanjutkan. Intinya dari informasi yang kita dapat sudah tahap evaluasi, pemasukan penawaran sudah selesai,” kata Darwin.

Rubrik

Komentar

Loading...