Tak Hanya di Agara, MaTA Cium Dugaan Suap juga Terjadi pada Rekrutmen Komisioner KIP Lainnya di Aceh

Tak Hanya di Agara, MaTA Cium Dugaan Suap juga Terjadi pada Rekrutmen Komisioner KIP Lainnya di Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh| Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian menilai proses pengungkapan dugaan suap yang menyeret puluhan anggota DPRK Aceh Tenggara bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap indikasi praktik yang sama pada proses perekrutan komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) di kabupaten/kota lainnya, termasuk Provinsi Aceh.

“Pemanggilan terhadap 25 anggota DPRK Aceh oleh KPK menjadi babak awal dalam pengungkapan indikasi pidana korupsi dalam rekrutmen KIP di Aceh,” kata Alfian pada BERITAKINI.CO, Jumat (17/5/2019).

Baca: KPK Juga Panggil Peserta Calon Komisioner KIP Terkait Dugaan Suap DPRK Aceh Tenggara

MaTA percaya bahwa  KPK mengungkap kasus ini. Pengungkapan secara utuh memang menjadi sistem dalam penyelidikan dan penyidikan KPK selama ini.

“Artinya siapa pun yang terlibat atau menerima suap dapat dijadikan tersangka sehingga ada kepastian hukum terhadap pejabat negara yang melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam rekrutmen anggota komisioner KIP,” katanya.

Kemudian MaTA memandang perlu bagi KPK dapat mengembangkan kasus tersebut. Pemanggilan 25 anggota DPRK Aceh Tenggara menjadi awal dan ini dapat menjadi landasan kasus awal dalam menilai rekrutmen komisioner di kab/kota yang lain termasuk di level KIP Aceh.

Baca: KPK Panggil Sejumlah Anggota DPRK Terkait Perekrutan Anggota KIP Aceh Tenggara

“KPK penting memastikan apakah rekrutmen komisioner KIP di tingkat kab/kota sampai KIP Aceh bersih atau tanpa suap,” katanya.

Hal itu juga menjadi harapan masyarakat sehingga asumsi publik bahwa selama ini rekrutmen menjadi wilayah rawan suap dapat terjawab secara hukum.

“MaTA berkomitmen mengawal kasus tersebut yang sedang di tangani oleh KPK. Kami menginginkan rekrutmen komisioner KIP bersih dari suap dan kepentingan partai,” katanya.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...