Tak Digaji, Guru di Pidie ini Tetap Ajari Muridnya Baca Tulis Quran

Tak Digaji, Guru di Pidie ini Tetap Ajari Muridnya Baca Tulis Quran
Sri Maulida, tetap bertahan sebagai guru BTQ meski honornya tak dibayar | BERITAKINI.CO/Firman

BERITAKINI.CO, Sigli | Sri Maulida (30), memilih terus mengabdi untuk mengajarkan murid-muridnya Baca Tulis Quran (BTQ), di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tijue, Pidie.

Meski dia sadar, saat ini, pemerintah provinsi tak lagi membayar honornya mengajar. Begitu juga Pemerintah Pidie yang sejak Januari 2017 lalu belum juga menunjukkan perhatian serius terhadap para guru tersebut.

Tak hanya Sri, banyak rekan-rekannya juga memilih untuk tetap bertahan. Namun tak sedikit juga yang menyudahi pengabdian mereka.

Informasi yang diperoleh, saat ini hanya tinggal 213 guru BTQ yang masih aktif dari sebelumnya 281 orang.

Regulasi memang tak lagi membebankan honor para guru BTQ SD dan SMP dalam APBA. Kini tanggungjawab itu telah beralih ke kabupaten/kota.

"Kami sudah menanyakan perihal gaji kami ke disdik dan DPRK Pidie, namun tidak ada kejelasan yang kongrit kapan gaji kami dibayar," kata Sri, Kamis (26/10/2017).

Sri sendiri sudah mengabdi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tijue, Pidie sejak 2009 lalu melalui kontrak kerja dengan provinsi dan saat itu digaji Rp 550 per bulan, yang terakhir sedikit meningkat menjadi Rp 650 per bulan.

Sri Maulida mengaku masih bertahan mengabdi lantaran kedekatan dan keakraban yang telah terjalin dengan murid dan guru di sekolah tersebut.

"Kurang lebih 10 tahun saya berada di sini. Saya sudah sangat dekat dengan guru dan murid di sini. Bahkan mereka juga membatu saya tiap bulannya meski tidak banyak," ujarnya.

Sri berharap, Pemerintah Kabupaten Pidie dapat mencari jalan keluar guna melunasi jerih guru BTQ yang 10 bulan belum dibayar.

Kepala Sekolah SDN 2 Tijue, Parianti mengatakan kehadiran guru BTQ kesekolah tersebut sangat membantu menunjang pendidikan ekstra kulikuler terhadap anak didik di sekolah tersebut.

Bahkan,  lanjut Parianti, banyak torehan prestasi dibeberapa bidang pendidikan lantaran keberadaan guru BTQ selama ini.

"Kami sudah tau Sri sudah lama tidak menerima gaji, makanya kami sepakat membantu guru BTQ di tempat kami,  apalagi sudah membantu menorehkan prestasi," katanya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...