Tak Dapat Uang Transport, Peserta Kampanye Pasangan Saifannur-Muzakkar Sempat Gaduh

Tak Dapat Uang Transport, Peserta Kampanye Pasangan Saifannur-Muzakkar Sempat Gaduh

BERITAKINI.CO, Bireuen | Kampaye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen Saifannur-Muzakkar A Gani yang berlangsung di Lapangan Desa Cot Batee Kecamatan Kuala, Senin (23/1/2017) kemarin, kabarnya sempat diwarnai kegaduhan.

Massa yang mengikuti kampaye tersebut terlibat saling dorong, lantaran berebut untuk mendapat uang transport senilai Rp 25 ribu per orang.

Saling dorong antar pendukung terjadi usai kampaye dialogis Saifannur. Karena jumlah peserta terlalu banyak, uang yang disediakan tak mencukupi.

Sebagian peserta yang tidak mendapatkan uang, akhirnya mulai kesal. Situasi itu sempat membuat keadaan menjadi riuh. Peserta yang didominasi kaum perempuan sempat berteriak-teriak meminta jatah mereka diberikan. 

"Sebagian peserta mengamuk karena tidak mendapat jatah," ungkap Rahmat, pria asal Cot Batee yang juga peserta kampaye itu, Selasa (24/1/2017).

Kapolsek Kota Juang Iptu Marzukie Oes kepada BERITAKINI.CO mengatakan, peristiwa itu sebetulnya terjadi akibat ulah masyarakat sendiri. Ada sebagian peserta yang sudah mendapatkan uang, tetapi kembali lagi untuk mendapat double.

"Sedangkan pihak panitia menyediakan uang transport sesuai dengan jumlah massa," kata Marzukie.

Lantaran tak mencukupi, panitia memutuskan untuk kembali ke kantor untuk mengambil uang tambahan. "Karena kewalahan menunggu, ada satu atau dua warga ribut sedikit," lanjut Marzukie.

Untuk menghidari agar keributan tidak meluas, polisi sempat menurunkan pasukan BKO untuk pengamanan.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Pasangan Saifannur-Muzakkar, Mukhlis Amd mengaku belum mengetahui informasi tersebut lantaran dia tidak ikut dalam kampaye kemarin.

Sementara Ketua Panwaslih Bireuen Muhammad Basyir SHI MA saat konfirmasi mengatakan, pemeritan uang transport tidak termasuk dalam kategori money politic. "Untuk BBM 30 ribu, untuk makanan 20 ribu, kalau 25 dikasih tidak apa-apa," sebut Basyir.

Menurut Basyir, hal itu dibenarkan berdasarkan kesepakatan bersama yang diambil pada November 2016 lalu.

Kalau menurut aturan yang berlaku, katanya, sejatinya untuk transportasi tersebut menggunakan bon. 

"Karena persoalan di lapangan sulit sekali mengenai bon SPBU makanya disepakati pemberian uang, serta dibenarkan sesuai kesepakatan tidak melebihi Rp 50 ribu," kata Muhammad Basyir.(FB)

Komentar

Loading...