Tahanan Tewas di Polsek Bendahara, Keluarga Lapor ke Polres Aceh Tamiang

Tahanan Tewas di Polsek Bendahara, Keluarga Lapor ke Polres Aceh Tamiang
Keluarga Mahyar, yang meninggal dalam status tahanan Polsek Bendahara saat membuat laporan di Polres Aceh Tamiang. (Foto: IST)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Keluarga Mahyar, yang meninggal dunia dalam status tahanan Polsek Bendahara Polres Aceh Tamiang, keberatan atas kematian kerabatnya itu.

Mereka pun telah melaporkan ke kematian Mahyar yang dinilai tidak wajar ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Tamiang, Rabu kemarin (31/10/2018) sekira pukul 15.30 WIB.

Baca: Mapolsek Bendahara Aceh Tamiang Dibakar Massa

Laporan tersebut dibuat langsung oleh kakak kandung Mahyar, Mazlan (40), didamping oleh Kuasa Hukum dari Tim LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, dengan Nomor Surat Tanda Bukti Lapor: STB/83/X/RES.1.6/2018/SPKT.

“Laporan itu menyangkut dengan dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian almarhum Mahyar,” kata kuasa hukum keluarga korban dari LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, Fauzan, kepada BERITAKINI.CO, Kamis (1/11/2018).

Baca: Pasca Dibakar Massa, Kapolda Aceh Copot Kapolsek Bendahara

Kata dia, laporan baru dilakukan keluarga pada hari ini karena sebelumnya keluarga ingin fokus pada acara 7 hari almarhum.

‘Hari ini pihak keluarga ingin mencari keadilan terkait dengan meninggalnya Mahyar,” tambahnya.

Saat membuat laporan, kata dia, kakak kandung Mahyar juga dimintai keterangan selama tiga jam oleh petugas di SPKT.

Baca: Polda Aceh Bentuk Tim Khusus Investigasi Kasus Pembakaran Mapolsek Bendahara

Dari pemeriksaan tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan oleh pelapor kepada petugas. Diantaranya, pelapor sempat melihat korban dibawa oleh polisi dengan sepeda motor jenis matic, dan korban didudukan di depan sepeda motor dengan posisi kaki korban terseret.

“Pelapor juga menambahkan bahwa saat memandikan jenazah Mahyar mendapati beberapa luka lebam seperti di bagian perut, kedua betis, badan bagian belakang, dan luka di bagian bibir serta kuku,” kata Fauzan.

Pihaknya meminta penegak hukum untuk serius melakukan penyidikan terkait dengan dugaan adanya penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Mahyar.

“Peristiwa ini sudah sepatutnya diusut hingga tuntas, baik secara etik maupun secara hukum pidana. Hal tersebut juga merupakan keinginan pihak keluarga. Kami dan keluarga juga mengharap penegak hukum netral dalam perkara yang dilaporkan ini,” kata Fauzan.

Rubrik

Komentar

Loading...