Tahanan Tewas Berujung Pembakaran Kantor Polisi, Ipda Iwan Diperiksa Propam Polda Aceh

Tahanan Tewas Berujung Pembakaran Kantor Polisi, Ipda Iwan Diperiksa Propam Polda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ipda Iwan Wahyudi, mantan Kapolsek Bendahara dan tiga personilnya, Rabu (24/10/2018), diperiksa oleh tim Propam Polda Aceh terkait dugaan kesalahan prosedur penangkapan yang mengakibatkan tewasnya tersangka kasus narkoba bernama Ahyar (33).

"Kita tengah melakukan investigasi terhadap Kapolsek. Ada tiga anggota yang menangani kasus ini juga diperiksa," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar, di Banda Aceh, Rabu (24/2018).

Baca: Tahanan Tewas Berujung Pembakaran Kator Polisi, Kapolda Aceh Minta Maaf

Kapolda Aceh, kata Misbah, berjanji akan memproses hukum anggota yang diduga melakukan kesalahan prosedur. Terbukti, Kapolsek saat ini telah dibebastugaskan.

“Kita akan usut tuntas kasus meninggalnya seorang tahanan tersangka narkoba ini. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan apakah mengarah tindak pidana atau pelanggaran kode etik," tambahnya.

Baca: Pasca Dibakar Massa, Kapolda Aceh Copot Kapolsek Bendahara

"Atas nama institusi, Kapolda minta maaf bila ada kesalahan prosedur yang dilakukan anggota."

Sebelumnya diberitakan, ratusan massa mendatangi Mapolsek Bendahara yang berada di Desa Tanjung Kramat, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang pada Selasa (23/10/2018) siang. Mereka meminta pertanggungjawaban atas meninggalnya Mahyar.

Aksi tersebut berujung pada pengrusakan serta pembakaran pos jaga, sejumlah ruangan dan kendaraan dinas di Mapolsek Bendahara.

Pihak keluarga korban tidak terima atas meninggalnya Mahyar. Padahal saat ditangkap pada Selasa dini hari, kondisi Mahyar dalam keadaan sehat.

Sementara setelah meninggal beberapa bagian tubuhnya terdapat luka lebam.

Berdasarkan hasil visum dari RSUD Kabupaten Aceh Tamiang yang dilakukan pada Selasa (23/10/2018), terdapat luka lebam berukuran besar di bagian perut sebelah kanan dengan ukuran panjang 8 centimeter dan lebar 3 centimeter. Selain itu, korban juga mengalami luka lebam di bagian perut sebelah kiri.

Terlihat juga luka memar di pergelangan kaki sebelah kanan bagian dalam dengan warna merah kebiruan dengan ukuran panjang 10 centimeter dan lebar 9 centimeter. Selain itu, pada kuku jari ketiga tangan sebelah kiri korban mengalami patah.

Dari surat hasil visum yang ditandatangani oleh dokter RSUD Aceh Tamiang, dr Irma Hartuty itu, disebutkan bahwa luka yang terdapat pada tubuh Mahyar diakibatkan karena trauma benda tumpul. | MAG 002

Komentar

Loading...