Tafsir Lain Ketua Parpol Soal Batas Waktu Pengajuan Calon Wagub Aceh Sisa Masa Jabatan

Tafsir Lain Ketua Parpol Soal Batas Waktu Pengajuan Calon Wagub Aceh Sisa Masa Jabatan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ketua-ketua partai politik pengusung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah menafsirkan lain terkait aturan yang mengatur batas waktu pengisian kekosongan kursi wakil gubernur Aceh.

Di mana Pasal 176 ayat 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada menyebutkan bahwa pengisian kekosongan jabatan Wakil Gubernur dilakukan jika sisa masa jabatannya lebih dari 18 (delapan belas) bulan terhitung sejak kosongnya jabatan tersebut.

Lihat: Nova Sendiri Pimpin Aceh Hingga 2022 Bisa Benar-benar Terwujud

Adapun kekosongan kursi wakil gubernur Aceh dapat dihitung sejak Nova Iriansyah dilantik pada 5 November 2020 lalu.

“Nah, saat itu, posisi sisa jabatan masih 21 bulan lagi, artinya saat terjadi kekosongan, masih di atas 18 bulan, dan itu memenuhi syarat,” kata Ketua Umum Partai Daerah Aceh (PDA) Muhibbussabri AW, Senin (4/1/2021).

Muhibbussabri tak menghitung waktu yang kini terus berjalan hingga per Januari 2021 masa jabatan yang tersisa hanyalah 18 bulan lagi.

Ia mengatakan, untuk pengusungan wagub dari partai politik (parpol) pengusung tidak memiliki batasan waktu.

"Masih ada waktunya dan pengusulan kursi lowong wagub ini tidak ada batas waktu," kata Muhib.

Sejauh ini, kata Muhib, parpol pengusung belum melakukan rapat lanjutan untuk membahas kursi lowong wagub tersebut.

"Mungkin karena liburan tahun baru penuh dengan kesibukan sendiri jadi wajar lah," katanya.

Bagi Muhib, dirinya masih optimis kursi lowong wagub tersebut akan terisi sebelum habis masa jabatan.

"Karena sejauh ini tidak ada pembicaraan merelakan atau tidak, gimana air mengalir saja karena memang posisi wagub itu dibutuhkan. Jadi semuanya harus aktif kalau memang mau cepat," katanya.

Dia juga mengaku sedang menunggu ajakan dari parpol pengusung lainnya untuk membicarakan kembali persoalan wagub tersebut.

"Saya sebagai salah satu ketua partai pengusung saat ini hanya menunggu diajak, sudah cukup dua kali saya yang inisiasi, sekarang saya hanya ingin diajak," kata Muhib.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Partai Nanggroe Aceh (PNA) versi Kongres Luar Biasa Bireuen, Samsul Bahri atau yang sering disapa Tiyong.

Dia mengatakan bahwa proses pengisian jabatan kursi lowong wakil gubernur tidak memiliki batasan waktu.

"Menurut saya kapan saja dapat diusul yang penting kekosongan masa jabatan wakil gubernur itu melebihi 18 bulan terhitung dari diangkatnya Nova menjadi gubernur definitif," katanya.

Namun, hingga kini belum ada pembicaraan yang mengerucut pada dua nama yang akan diusulkan.

"Kita kemarin baru duduk hanya pembahasan dari kader internal parpol pengusung untuk sementara seperti itu, tapi kita tidak tahu kesepakatan ke depan seperti apa," kata Tiyong.

Bagi Tiyong, ada atau tidaknya nama yang akan mengisi kursi lowong wagub sangat bergantung pada kesepakatan empat partai pengusung di luar Demokrat.

"Kalau parpol pengusung sepakat tidak perlu ada wagub ya tidak masalah, karena itu hak parpol dan Nova sendiri juga tidak mungkin mengajukan wakil lagi karena posisi Demokrat sudah ada di gubernur," katanya. | Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...