Syarat Setor Rp 1 Miliar, Makmur Budiman: Bukan Sesuatu yang Luar Biasa

Syarat Setor Rp 1 Miliar, Makmur Budiman: Bukan Sesuatu yang Luar Biasa

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Proses pemilihan ketua Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) Aceh tengah menjadi buah bibir. Ini soal kewajiban masing-masing calon ketua menyetorkan Rp 1 miliar. Panitia menyebut kewajiban itu sebagai dana kontribusi, yang sifatnya hangus alias tak bisa direfund.

Baca: Syarat Calon Ketua Setor Rp 1 Miliar di Muprov Kadin Aceh, MaTA: Pesan yang Tidak Sehat untuk Dunia Usaha

Namun kewajiban menyetor dana sebanyak itu sepertinya tak menjadi soal bagi para calon kandidat.

“Bukan syarat yang mengada-ngada, apalagi organisasi profesi sekelas Kadin, di mana banyak berkumpul para pengusaha, tentu uang sebesar Rp 1 miliar tersebut bukanlah sesuatu yang luar biasa,” kata salah satu Calon Ketua Kadin Aceh Makmur Budiman, atau yang sering disapa Toke M, saat diminta tanggapannya, Rabu malam (12/6/2019).

Makmur mengatakan, dana kontribusi memang telah lazim disyaratkan dalam musyawarah-musyawarah organisasi profesi, tak hanya di Aceh. Meski besarannya berbeda-beda.

Dia mencontohkan musyawarah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI) yang juga mensyaratkan hal yang sama, dan tidak pernah menjadi kendala.

“Apalagi untuk musyawarah Kadin, saya rasa tidak menjadi soal bagi setiap calon ketua,” katanya.

Baca: Panitia Muprov Kadin Aceh Syaratkan Calon Ketua Setor Uang Hangus Rp 1 Miliar

Syarat ini, kata Makmur, juga bisa menjadi alat ukur keseriusan sosok yang mencalonkan diri sebagai ketua.

Makmur menilai panitia memang membutuhkan banyak uang untuk suksesi musyawarah provinsi (muprov) Kadin Aceh tersebut.

“Kita tahu hampir 15 tahun Kadin Aceh tidak bergerak, tentu menbutuhkan banyak uang, misal untuk membeli peralatan kerja seperti komputer dan persiapan lainnya seperti hotel penginapan peserta dan tempat acara juga di hotel,” katanya.

Acara memang akan digelar semeriah mungkin. Hal itu, kata Makmur, semata-mata untuk membuat para anggota Kadin dan asosiasi-asosiasi lainnya yang bernaung di dalamnya bergairah dan berjaya kembali.

“Jadi bagi saya Rp 1 miliar itu masuk akal, apalagi saya dengar dari panitia akan menggelar acara tersebut di hotel. Panitia juga banyak mengundang tamu-tamu dari Jakarta untuk menggairahkan dan mensuksekan acara Muprov Kadin tersebut,” katanya.

Seperti diketahui, masa pendaftaran calon Kadin Aceh telah berakhir, Rabu (12/6/2019). Total ada sebanyak lima calon kandidat yang mendaftar. Mereka masing-masing, Said Isa, Makmur Budiman, Nahrawi Noerdin, Hazwan Amin, dan satu-satunya kandidat perempuan yakni Nora Idah Nita.

Jika semuanya menyetorkan dana masing-masing senilai Rp 1 miliar, maka tak kurang dari Rp 5 miliar dana yang terhimpun.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...