Pembangunan Jalan Batas Aceh Selatan-Singkil

Sudah Teken Kontrak, Proyek Dinas PUPR Aceh Rp 13,4 Miliar Tak Bisa Dikerjakan, Rekanan Terpaksa Kembalikan Uang Muka

Sudah Teken Kontrak, Proyek Dinas PUPR Aceh Rp 13,4 Miliar Tak Bisa Dikerjakan, Rekanan Terpaksa Kembalikan Uang Muka
Lokasi proyek Jalan Batas Aceh Selatan-Kuala Baru, Aceh Singkil yang gagal bangun

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh gagal merealisasikan pembangunan Jalan Batas Aceh Selatan-Kuala Baru, Aceh Singkil-Telaga Bakti pada 2019 lalu.

Meski sesungguhnya proyek tersebut telah ditender dan telah ada pemenang yakni PT Karya Usaha Mandiri Utama.

Malah, rekanan juga telah menandatangani kontrak kerja pada Mei 2019 lalu senilai Rp 13,4 miliar, serta sudah mengantongi uang muka pengerjaan proyek itu.

Tapi apa lacur, proyek tetap tak bisa dikerjakan. Bukan lantaran situasi yang memaksa atau force majeure, tapi karena rekanan tak memiliki akses untuk bisa mencapai lokasi dan memulai pembangunan.

Kuasa Direktur PT Karya Usaha Mandiri Utama, Faisal Lizam yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Memang benar, dan kami akhirnya mengembalikan uang muka yang sudah sempat cair itu ke Dinas PUPR Aceh,” kata Faisal, Senin (2/3/2020).

Faisal mengatakan, akses untuk menuju ke lokasi pekerjaan tersebut harus lebih dahulu menyeberangi sungai.

Sementara jembatan untuk menuju ke lokasi tersebut sedang dikerjakan oleh rekanan yang lain dalam tahun anggaran yang sama.

“Jadi saya juga bingung, pembangunan jembatan dan pembangunan jalan dilakukan bersamaan dalam tahun anggaran yang sama, jadi boleh dikatakan untuk menuju ke lokasi pekerjaan tersebut belum ada akses masuk,” katanya.

Pihaknya dan Dinas PUPR Aceh, kata Faisal, sempat bermusyawarah untuk mencari solusi atau akses lain menuju lokasi proyek.

“Sempat sepakat akan melakukan relokasi akses untuk menuju lokasi pekerjaan, tapi lama menunggu tidak ada berita, akhirnya saya memutuskan mengembalikan uang muka yang sudah dicairkan agar tidak terjadi persalahan di kemudian hari,” katanya.

Akibat situasi itu, Faisal pun merugi, meski dia mengatakan hal itu sudah menjadi resikonya.

“Mau bilang apalagi, belum rezeki saya,” kata Faisal.

Rubrik

Komentar

Loading...