Sudah Sepekan Semen Langka di Aceh

Sudah Sepekan Semen Langka di Aceh
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sepekan terakhir, salah satu bahan bangunan yang cukup vital yaitu semen langka di pasaran di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Langkanya semen di pasar disebut-sebut karena tidak adanya pasokan dari distributor. Akibatnya, warga yang membutuhkan bahan bangunan tersebut cukup kesulitan karena di beberapa toko bahan bangunan semen tidak lagi tersedia.

Informasi dihimpun BERITAKINI.CO di berbagai daerah di Aceh, kelangkan semen telah terjadi hampir sepekan. Bahkan, semua jenis semen baik Semen Andalas, Semen Padang dan semen jenis lainnya sulit ditemui di pasaran.

Beberapa daerah seperti Aceh Besar, Pidie dan Aceh Utara kelanggaan semen telah terjadi hampir dua pekan. Jika pun tersedia, sejumlah pemilik toko bangunan menaikkan harga jual dari harga biasa.

"Sudah sepekan tidak ada stok semen. Semua jenis semen langka," kata Awal, pemilik toko bangunan Sumber Jaya di kawasan Ulee kareng, Banda Aceh, Rabu (30/1/2019).

Hal serupa juga disampaikan oleh Muksin pemilik toko bangunan Puga Jaya di kawasan Lamgugob, Banda Aceh. Menurutnya, kelangkaan semen sudah terjadi sejak Senin lalu dan hingga kini belum mendapat pasokan dari distributor.

"Kami tidak tahu kenapa tidak masuk semen," kata Muksin.

Di Kabupaten Pidie, kelangkaan semen juga membuat masyarakat resah. Stok semen di sejumlah toko bangunan dilaporkan mulai menipis. Bahkan, beberapa toko sudah tidak memiliki stok untuk semua jenis semen.

"Biasanya dalam seminggu kami mendapat pasokan 3 kali. Sekali masuk 700 sak. Tapi sejak seminggu terakhir ini tidak masuk semennya. Padahal permintaan semen sangat tinggi," kata Wahyu pemilik toko Damai Indah di Kota Sigli.

Kelangkaan semen juga terjadi di wilayah barat selatan.

Rizal pemilik toko Usaha Jaya di kawasan Blangpidie mengatakan, saat ini pihaknya tidak memiliki stok semen di gudang.

"
Sudah satu minggu yang lalu Semen Andalas kosong. Kita ambil langsung di pabrik di Lhoknga dan DO kita masih ada disitu. Saat kami tanya, awalnya mereka mengaku ada kerusakan mesin, ternyata visa para pekerja yang bermasalah," kata dia.

Rubrik

Komentar

Loading...