Sudah Bertahun-tahun, Dua Bekas Pejabat Aceh Singkil Masih Kuasai Mobil Dinas

Sudah Bertahun-tahun, Dua Bekas Pejabat Aceh Singkil Masih Kuasai Mobil Dinas
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Singkil | Dua bekas pejabat di Pemkab Aceh Singkil diketahui masih menguasai aset daerah yakni mobil. Parahnya, hal itu sudah berlangsung beberapa tahun.

Hal ini diungkap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah Aceh Singkil Tahun 2019.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan, BPK menyebutkan dua aset daerah tersebut masing-masing Toyota Fortuner BL 217 R tahun 2010, dan Toyota Hilux Double Cabin BL 8045 R tahun 2009.

Dua mobil ini tercatat sebagai kendaraan dinas jabatan pada Inspektorat dan kendaraan operasional pada Dinas Perhubungan Aceh Singkil.

Adapun dua bekas pejabat yang masih menguasai aset daerah tersebut masing-masing, Abd. Gani dan H Safriadi. 

Abd. Gani sendiri adalah mantan Inspektur Aceh Singkil dan telah meninggal dunia.

Sumber LHP BPK

Bupati Aceh Singkil sebetulnya telah dua kali menyurati para bekas pejabat tersebut agar mengembalikan kendaraan dinas aset daerah itu.

"Tapi sampai berakhir pemeriksaan, kendaraan itu belum diserahkan kembali kepada Pemerintah Aceh Singkil," tulis BPK dalam LHP tersebut.

Kabid Kekayaan dan Aset Daerah Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Singkil Arif Poedjianto membenarkan jika dua mobil itu masih dikuasai para bekas pejabat tersebut.

"Untuk kendaraan Inspektorat, belum dipulangkan pasca masa jabatan yang bersangkutan berakhir 2017. Sementara Hilux Double Cabin aset Dinas Perhubungan itu belum dipulangkan sejak dua tahun terakhir," katanya.

Arif juga meluruskan tentang jenis kendaraan dinas milik Inspektorat yang masih dikuasai bekas pejabat itu.

"Sebetulnya mobil aset Inspektorat itu bukan Toyota Fortuner, tapi Toyota Innova tahun 2010, nomor polisinya sama, hanya BPK sedikit kesalahan ketik soal merek kendaraan," ungkapnya.

Menindaklanjuti temuan BPK itu, kata Arif, pihaknya akan kembali menyurati dua bekas pejabat tersebut.

Rubrik

Komentar

Loading...