Sudah Akhir Tahun, Serapan Belanja APBK Pidie Baru 60,6 Persen

Sudah Akhir Tahun, Serapan Belanja APBK Pidie Baru 60,6 Persen

BERITAKINI.CO, Sigli | Memasuki triwulan keempat tahun anggaran 2020, serapan Anggran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) masih relatif rendah.

Data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pidie, realisasi belanja APBK hingga awal November 2020 baru 60,6 persen atau sekitar Rp 1 triliun dari target belanja Rp 1,65 triliun lebih.

“Angka itu tidak termasuk realisasi belanja dari Dana Desa (DD) dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” kata Kepala BPKAD Kabuapten Pidie, Mustafa, Rabu (11/11/2020).

Namun ia yakin penyerapan belanja sudah melebihi prersentase yang muncul di sistem pencatatan dan pelaporan tersebut.

“Karena ada yang sedang pencairan dan sedang dalam proses entri data realisasi. Apalagi SKPK baru menerima Daftar Pelaksana Anggaran (DPA) APBK Perubahan,” katanya.

Dia mengakui, jika melihat persentase, nilai itu memang masih terkesan sedikit. “Tapi jika dilihat dari jumlah uang yang keluar sudah cukup banyak. 60,6 persen itu sekira Rp 1 triliun,” katanya.

Mustafa juga mengungkapkan bahwa realisasi Pandapatan Asli Daerah (PAD) sejauh ini sudah mencapai 85,82 persen atau Rp 26,93 miliar lebih dari target Rp 31,38 miliar.

Realisasi pendapatan daerah itu, sambung Mustafa, tidak termasuk pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), karena biasanya angka pendapatan dari BLUD hanya singgah saat proses pengganggaran dan tidak masuk ke Kas Daerah (Kasda), karena BLUD bisa mengelola anggaran pendapatan sendiri.

"Jadi PAD murni yang kita kutip selain dari pendapatan BLUD, yakni 85,82 persen atau Rp 26,9 miliar dari terget Rp 31,1 miliar," ujar Mustafa.

Rubrik

Komentar

Loading...