Sudah 8 Bulan Menghilang dan Berstatus Buron Kasus Korupsi, Mantan Kadis Pariwisata Pidie Masih Terima Gaji

Sudah 8 Bulan Menghilang dan Berstatus Buron Kasus Korupsi, Mantan Kadis Pariwisata Pidie Masih Terima Gaji

BERITAKINI.CO, Sigli | Mantan Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda Olahraga (Disparbudpora) Pidie Arifin terancam dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Pasalnya, Ia tidak pernah masuk kantor sejak delapan bulan lalu atau pasca ditetapkan jadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengandaan tanah untuk lapangan bola dan trek atletik  di Gampong Pante Garot, Indrajaya.

Baca: Bekas Kadis Pariwisata Pidie Belum Juga Tertangkap, Jaksa Tempel Foto di Terminal dan Pelabuhan

Kadis Parbudpora Pidie, Apriadi dikonfirmasi wartawan membenarkan setelah jadi tersangka Arifin bolos kerja tanpa ada alasan yang jelas hingga saat ini.

Pihaknya, kata Apriadi, sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari Arifin yang masih tercatat sebagai pegawai di Dinas Parbudpora.

“Surat yang kita layangkan ke kediamannya tidak ada balasan atau keterangan hingga saat ini,” kata Apriadi, Selasa (18/6/2019).

“Kita sudah konsultasi dengan BKSDM, kami juga sudah menyerahkan berkas-berkas yang diminta kepada mereka. Untuk keputusannya ada sama BKSDM.”

Terpisah, Kepala BKSDM Pidie Mukhlis mengatakan, hingga saat ini pegawai atas nama Arifin masih tercatat sebagai ASN di Pemerintahan Kabupaten Pidie. Yang bersangkutan juga masih menerima gaji yang ditransfer ke rekeningnya.

“Tidak ada alasan menahan gaji ASN, kecuali yang bersangkutan diberhentikan. Cuma yang ada penundaan gaji,” katanya.

Pihaknya, kata Mukhlis, sudah melaporkan masalah tersebut ke Bupati Pidie Roni Ahmad. Saat ini, mereka masih menunggu tindak lanjut dan arahan bupati soal status ASN bagi Arifin.

“Diusulkan pecat atau diberikan sanksi lain akan diputuskan dalam sidang nanti. Saat ini kita menunggu arahan dan tim yang di SK-kan oleh bupati,” katanya.

Diketahui, bekas Kepada Dinas Pariwisata Pidie Arifin hingga kini belum juga berhasil ditangkap.

Dia terlibat kasus korupsi yakni mark up pengadaan tanah lapangan bola kaki di Gampong Pantee Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie dengan kerugian negara mencapai Rp 1 miliar lebih.

Bersama Ibrahim, dari pihak swasta, Arifin ditetapkan sebagai tersangka pada Oktober 2018 lalu. Sejak saat itu, Arifin sulit untuk dihubungi. Sejumlah panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik, tak digubrisnya. 

Sampai akhirnya, kedua tersangka tersebut dipastikan telah kabur pada Desember 2018 lalu. Penyidik lantas menetapkan mereka sebagai buronan dan belum berhasil ditangkap hingga saat ini.

Kejaksaan masih terus memburu dua buronan itu. Petugas juga telah menempel foto keduanya di beberapa titik strategis di sejumlah daerah di Aceh.

Editor
Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...