Soal Sabang Marine Festival, Sayid Fadhil Mengaku Tak Mungkin Intervensi Penegak Hukum

Soal Sabang Marine Festival, Sayid Fadhil Mengaku Tak Mungkin Intervensi Penegak Hukum

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kepala BPKS Sayid Fadhil mengatakan tidak berani melampaui kewenangannya, terutama soal pelaksanaan anggaran BPKS yang telah masuk ke ranah hukum.

Ini menyangkut aroma tak sedap dari pelaksanaan Sabang Marine Festival 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Suhendra memang telah mengatakan bahwa penyidik sedang mendalami adanya dugaan penyimpangan pada pelaksanaan even tahunan tersebut.

"Saya semaksimal mungkin untuk merangkul deputi-deputi saya. Supaya bisa bekerja dengan maksimal. Tapi ketika saya mendengar itu (masuk ke ranah hukum), saya kaget. Berartikan mereka (penegak hukum) sudah ada bukti-bukti awal," kata Sayid saat ditanyai wartawan di Banda Aceh, Minggu (28/10/2018).

Karena itu, kata Sayid, dia sebagai kepala BPKS tak bisa mengintervensi proses yang sedang berjalan. "Apa saya bisa mengintervensi? Kan gak bisa, tidak ada kewenangan saya," katanya.

Seperti diketahui, Sabang Marine Festival memang agenda rutin BPKS. Tahun ini, even itu digelar pada April 2018 lalu. Ada rupa-rupa kegiatan yang dilaksanakan panitia, yang diketuai Deputi Komersil dan Investasi BPKS Agus Salim itu.

Baca: Ssttt… Aroma Rasuah Menyembul di Pelaksanaan Sabang Marine Festival 2018

Data yang diperoleh BERITAKINI.CO, panitia berhasil menghabiskan Rp 1,9 miliar lebih untuk kegiatan tersebut, di antaranya Rp 701 juta untuk belanja bahan, seperti Rp 174 juta untuk konsumsi plus snack selama kegiatan yang berlangsung 26-30 April 2018.

Kemudian Rp 463 juta lebih untuk belanja barang non operasional, di antaranya Rp 192 juta untuk sewa panggung rigging plus sound system.

Lalu ada Rp 635 juta untuk belanja jasa, dan Rp 113,9 juta lebih untuk biaya perjalanan.

Rubrik

Komentar

Loading...