Soal Potensi Gempa Megathrust 8,7 M, Masyarakat Simeulue Lakukan Langkah Mitigasi

Oleh ,
Soal Potensi Gempa Megathrust 8,7 M, Masyarakat Simeulue Lakukan Langkah Mitigasi

BERITAKINI.CO, Sinabang | Masyarakat Kabupaten Simeulue tampak merespon adanya potensi gampa dari segmen Megathrust Nias-Simeulue.

Potensi gempa itu sebelumnya disampaikan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, paska gempa 6,1 M yang mengguncang Simeulue pada 7 Januari 2019.

"Potensi untuk terjadi gempa kuat memang sangat besar di wilayah ini," katanya di Jakarta, Rabu 8 Januari 2019.

Segmen Nias-Simeulue itu aktif dan diyakini memiliki potensi energi yang bisa terlepas hingga 8,7 dalam skala Magnitudo.

Menyikapi informasi potensi gempa itu, masyarakat Simeulue pun mulai menjalankan langkah antisipatif.

Di Desa Busung Indah, Kecamatan Teupah Tengah, warga sudah mendirikan tenda darurat sejak dua hari lalu.

Tenda tersebut mereka disiapkan sebagai lokasi evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana gempa dan disertai tsunami.

"Kita mendirikan tenda ini untuk tempat pengungsian. Karena penduduk di sini, rumahnya di pinggir laut semua. Makanya kita dirikan cepat tenda," ujar Dahirman, salah seorang aparat desa setempat.

Informasi yang dihimpun BERITAKINI.CO, di Desa Labuan Bakti, Kecamatan Teupah Selatan, warga mengungsi ke gunung pada malam hari dan kembali pada pagi harinya.

Demikian pula di Kecamatan Teupah Barat. Camat setempat Novyardi, mengatakan pemerintah kecamatan dan desa telah melakukan musyawarah untuk menanggapi isu gempa dan tsunami tadi.

"Dalam waktu dekat, kita segera melakukam simulasi gempa terhadap anak sekolah dan membuat jalur evakuasi, mempersiapkan tenda, bahan pangan serta obat obatan," ujar Novyardi.

Menanggapi isu tadi, beberapa hari lalu Bupati Simeulue, Erli Hasim, telah menghimbau warga agar tetap waspada, tetap tenang dan beraktivitas seperti biasanya.

Senada juga disampaikan Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue, Ali Hasmi. Ia menghimbau warga selalu waspada dan tidak panik berlebihan.

"Isu gempa dan smong belum tentu terjadi. Itu hanya prediksi, sebab segala sesuatu hanya Allah yang mengetahui. Tetap tenang dan waspada," kata Ali Hasmi.

Rubrik

Komentar

Loading...