Beredar Foto Rekomendasi Lia Yulrifa akan Menikah dengan Pria Beristri, Begini Kata KUA Lueng Bata

Beredar Foto Rekomendasi Lia Yulrifa akan Menikah dengan Pria Beristri, Begini Kata KUA Lueng Bata

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Meninggalnya Lia Yulrifa, mahasiswi asal Nagan Raya, yang diduga bunuh diri, masih menyimpan misteri. Terutama tentang motifnya sehingga nekat untuk mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri, kemarin.

Apalagi, dia ditemukan meninggal, persis tiga hari sebelum hari bahagianya: pernikahan.

Belakangan, beredar juga foto surat rekomendasi nikah Lia Yulfira dengan pasangannya Hendrawan. Dalam surat rekomendasi nikah yang dikeluarkan KUA Lueng Bata, Banda Aceh itu, Hendrawan tercatat sebagai pria beristri.

Kepala KUA Lueng Bata Manshur yang dikonfirmasi membenarkan jika surat rekomendasi itu pihaknya yang mengeluarkan.

Bahkan, mereka juga sempat melakukan bimbingan kepada Lia Yulrifa dan Hendra, pada Selasa, 20 Agustus 2019 lalu.

Keduanya datang ke KUA Lueng Bata dan meminta untuk ikut bimbingan.

“Mereka akan menikah di Nagan Raya, namun sempat datang ke kita untuk minta bimbingan,” kata Manshur, Kamis (22/8/2019).

Soal status Hendra yang tertulis dalam surat rekomendasi sebagai pria beristri, kata Manshur, hal yang tertulis itu memang benar adanya. Namun, status itu hanyalah di atas kertas, karena sesungguhnya Hendra sudah menduda selama dua tahun.

“Dibuktikan dengan akte perceraian yang dikeluarkan oleh Mahkamah Syariah Medan, Sumatera Utara. Namun Hendra belum melaporkan atau mendaftarkan akte percerainnya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Capil sehingga pada saat diketik Nomor Induk Kependudukan Hendra, maka keluarlah data Hendra dengan status  beristri, dan viral di media sosial,” katanya.

“Seakan-akan Hendra melakukan poligami, padahal sesungguhnya Hendra adalah duda.”

KUA Lueng Bata, katanya, tidak dapat merubah data tersebut, karena itu adalah ranah Dinas Kependudukan dan Catatan Capil.

Soal pelaksaan bimbingan, kata Manshur, keduanya tampak cukup harmonis. Mereka bergabung bersama dua pasangan lainnya, dan dibimbing oleh petugas KUA Lueng Bata.

“Namun menurut keterangan yang saya terima dari staf KUA yang bertugas melaksanakan bimbingan nikah, raut wajah Lia sedikit berubah pada saat pembimbing mengatakan setiap pernikahan yang terjadi  harus saling rela, tanpa adanya paksaan,” ungkapnya.

“Pada saat itu ada sedikit perubahan wajah sedih dari Lia.”

Meski begitu, bagi pembimbing, hal itu adalah suatu yang lazim.

“Sebab perasaan orang ingin menikah itukan campur aduk. Ada yang wajah ceria dan tersenyum lebar dan ada juga yang sedih dan macam-macam,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...