SADaR Minta Komitmen Pemko Banda Aceh

Diduga Singgung Abu Mudi, Aktivis Dayah Desak Ustad Farhan Minta Maaf

Diduga Singgung Abu Mudi, Aktivis Dayah Desak Ustad Farhan Minta Maaf

BERITAKINI.CO, Bireuen | Isi dakwah Ust. Farhan Furaihain yang diduga menyindir ceramah salah satu ulama Aceh, Syaikh H. Tgk. Hasanoel Bashry (Abu Mudi) dalam video yang beredar dan viral di sosial media beberapa waktu lalu, mendapat tanggapan keras dari Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) Aceh.

Dalam siaran persnya, SADaR Aceh meminta agar Farhan meminta maaf secara terbuka kepada Abu Mudi dan para alumni serta rakyat Aceh.

"Ini demi kebaikan Farhan, agar massa tidak terpancing emosinya. Lebih baik Farhan minta maaf secara terbuka," ujar Sekjen SADaR Aceh, Haekal Afifa, melalui siaran persnya kepada BERITAKINI.CO di Banda Aceh, Kamis (24/5/2018).

Dia mengatakan beberapa komponen massa Islam mulai membahas apa yang disampaikan Farhan dalam rekaman video tersebut.

"Para santri, alumni, dan beberapa ormas sedang membahas ujaran provokatif yang disampaikan Farhan, saya khawatir massa tidak tenang," tambah Haekal.

Haekal juga meminta agar Pemerintah Kota Banda Aceh menertibkan kembali para penceramah yang dinilai provokatif.

"Pemko harus pro aktif, jangan tunggu didesak untuk menertibkan para wahabi yang provokatif semacam ini. Mana komitmen Pemko terhadap ahlussunnah," tanya Haekal mempertegas.

Selama Ramadan, kata Haekal, SADaR Aceh mengirim beberapa personelnya ke masjid yang ada di dalam kawasan kota Banda Aceh. Tujuannya untuk memantau para dai yang dinilai provokatif dan memecah ummat.

"Potensi ini ada, jika tidak ditertibkan, biarkan kami para ormas Islam yang tertibkan," tutup Haekal.

Rubrik

Komentar

Loading...