Sidang Interpelasi DPRA Diwarnai Demo Pendukung Proyek Multi Years

Sidang Interpelasi DPRA Diwarnai Demo Pendukung Proyek Multi Years
Kabagops Polresta Banda Aceh Kompol Juli Efendi memberi penjelasan kepada pengunjukrasa

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Wilayah Tengah menggelar aksi unjukrasa di saat DPRA menggelar paripurna interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Jumat (25/9/2020).

Aksi tersebut di antaranya menuntut DPRA untuk mendukung proyek multi years.

Amatan BERITAKINI.CO, pengunjuk rasa hanya tertahan di luar pagar gedung DPRA. Mereka menggelar orasi bergantian di sana.

Sementara Pasukan Pengendalian Massa Polresta Banda Aceh tampak berjaga di bagian dalam halaman gedung wakil rakyat tersebut.

Polisi sempat mengingatkan agar pengunjuk rasa membubarkan diri, terutama untuk menghindari potensi penularan Covid-19, di samping aksi tersebut disebut tak memiliki izin.

Petugas mengkhawatirkan terbentuknya klaster baru dari aksi demo mendukung proyek multi years tersebut.

Polisi pun menegaskan bahwa jika aksi tetap dilakukan dan dapat menimbulkan efek negatif terhadap masyarakat, maka peserta aksi berpotensi dijerat pidana.

"Kami berhak sampaikan kepada adik-adik semua, agar adik-adik tahu, bahwa ada UU pidananya. Terkiat pidana tentang masalah izin, yang kedua sanksi pindana terhadap UU karantina. Jika nantinya terdapat peserta aksi yang positif, maka koordinator yang kita periksa secara UU karantinanya," kata Kabagops Polresta Banda Aceh Kompol Juli Efendi mengingatkan demonstran.

Jika terus melakukan aksi, lanjutnya, maka akan dilakukan upaya pembubaran.

"Jangan sampai terbentuk kluster baru. Kita ini zona merah. Adik-adik bisa melihat seperti apa saat ini tenaga medis kita berjuang selama ini," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...