Setelah Kerasukan, Kini Pembantai Istri dan Anak Tiri di Aceh Utara Berlagak Gila

Setelah Kerasukan, Kini Pembantai Istri dan Anak Tiri di Aceh Utara Berlagak Gila

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Lhokseumawe masih kesulitan mengungkap motif pembantaian satu keluarga yang menggemparkan warga Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/5/2019).

Hingga kini, pelaku pembunuhan, Aidil Ginting (43) asal Sumatera Utara, belum bisa dimintai keterangan oleh penyidik. Setiap kali ditanyai alasan ia nekat membunuh istri dan dua anak tirinya itu, jawaban yang diberikan oleh pelaku tidak nyambung.

Baca: Ibu dan Dua Anak Tewas Dibunuh oleh Ayah Tirinya di Aceh Utara, Salah Satunya Masih Bayi

Saat pemeriksaan di Mapolda Aceh usai ditangkap di kawasan Lambaro pagi tadi, pelaku mengaku nekat membunuh istri dan dua anak tirinya itu karena kerasukan.

Baca: Alasan Aidil Habisi Nyawa Istri dan Dua Anaknya di Aceh Utara: Kerasukan!

“Motifnya belum terungkap, karena saat pemeriksaan pelaku berpura-pura memiliki gangguan jiwa,” kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang, Selasa (7/5/2019).

Baca: Polisi Tangkap Pembunuh Ibu dan Anak di Aceh Utara

Berdasarkan keterangan saksi dan masyarakat di Gampong Ulee Madon, kata Kasat, diketahui jika tersangka tidak memiliki riwayat gangguan jiwa atau gila.

“Dari keterangan saksi-saksi yang ada di sekitar rumah korban mengatakan bahwa pelaku sebenarnya tidak gila,” kata Indra.

Atas perbuatannya itu, kata Kasat, tersangka dijerat Pasal 338 dan Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana.

“Ancaman hukuman maksimalnya hukuman mati ataupun seumur hidup,” kata Indra.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Gampong Ulee Madon.

Korban tewas masing-masing Irawati (33), Zikra (11), dan seorang bayi laki-laki yang masih berusia 16 bulan. Peristiwa ini awalnya diketahui oleh warga setelah salah satu anak korban yang selamat meminta pertolongan pada warga.

Masyarakat kemudian mendatangi lokasi kejadian. Setelah mendobrak pintu rumah yang terkunci, mereka mendapati korban sudah tergeletak bersimbah darah dekan sejumlah luka bekas senjata tajam.

Dua korban yang meninggal dibunuh dengan cara ditikam dan digorok pelaku, sementara yang bayi dimasukkan ke dalam bak mandi.

Sebelum ditemukan tewas, korban yang merupakan istri pelaku sempat mengirim SMS kepada kerabatnya untuk meminta tolong pada pukul 01.25 WIB. Sekira pukul 01.40 WIB, kerabat dekat korban yang dimintai tolong tersebut membalas pesan singkat korban. Namun, korban tidak membalas kembali SMS tersebut.

“Kita perkirakan korban meninggal dunia diantara waktu 01.20-01.40 WIB,” kata Kasat.

Rubrik

Komentar

Loading...