Servis Tak Jadi, Pengusaha PS di Medan Sekap dan Keroyok Anggota TNI AU Hingga Babak Belur

Servis Tak Jadi, Pengusaha PS di Medan Sekap dan Keroyok Anggota TNI AU Hingga Babak Belur
Pelda Muhammad Chalik dirawat RS Putri Hijau. (ist)

BERITAKINI.CO | Pelda Muhammad Chalik, prajurit TNI AU, babak-belur dengan luka di sekujur tubuhnya usai disekap dan dikeroyok oleh pengusaha serta pekerja rental service Playstation, Minggu (23/9/2018) sekira pukul 20.15 WIB.

Akibatnya, personel yang bertugas di Dinas Logistik (Dislog) Lanud Soewondo Medan tersebut terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau Medan untuk mendapatkan perawatan.

Kepada wartawan, Senin (24/9/2018), Chalik mengatakan, Ia dianiaya oleh pengusaha serta karyawan rental dan servis playstation lantaran membatalkan reparasi peralatan milik anaknya.

Alat playstation tersebut, kata dia, belum jadi direparasi atau diservis, tapi sang pengusaha memaksa Chalik harus membayar Rp100 ribu sebagai ongkos periksa.

Saat itulah Jhoni bersama teman sekaligus pekerjanya yang bernama Indra Jaya (38), warga Desa Sibirik-birik, Gunung Tinggi, Kabupaten Deliserdang langsung menyekap Chalik ke dalam ruko miliknya.

Selanjutnya, Jhoni dan temannya secara membabibuta menghajar M Chalik yang belum diketahui mereka merupakan prajurit TNI AU. Tak tanggung-tanggung, Chalik kemudian dihajar menggunakan pemukul baseball dan sebatang besi.

“Playstation anak saya nggak jadi direparasi, kok kena biaya Rp100 ribu? Terus, anak saya itu mengadu pada saya, amakanya saya datangi toko itu. Tapi di sana, saya malah dipukuli kedua orang itu pakai tongkat baseball dan besi,” sebut Pelda Muhammad Chalik.

Parahnya lagi, menurut M Chalik, seorang pelaku bahkan mengatakan, ‘Kalau kau mau ambil playstation itu, kau harus bayar lima juta [rupiah] a***ng!’.

“Mereka semena-mena sekali,” tutur Chalik usai mengulang ucapan pelaku bernama Indra Jaya.

Chalik mengaku berhasil melarikan diri dari tempat itu setelah anaknya berupaya membantu setelah melihat dia dipukuli kedua pelaku. Namun upayanya melarikan diri ke dalam mobil miliknya yang berada di parkiran cukup sulit.

“Saya sempat sedikit merangkak menuju ke dalam mobil, untuk melarikan diri, tapi mereka mengejar dan hampir memukul anak saya pada saat itu. Lalu saya mengatakan akan membayarnya dan menyuruh anak saya dan keponakan saya masuk ke dalam mobil, hingga saya berhasil kabur dan melapor ke POM AU,” urai prajurit TNI AU yang menetap di Komplek Auri POM AU itu.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan medis dengan rawat inap di RS Puteh Hijau Medan.

“Kepala saya masih pusing gara-gara dipukul besi. Saya masih rawat inap dan masih menunggu hasil ronsen serta scanning. Karena kepala sebelah kanan memar, pinggang belakang dan samping juga memar. Pelipis kiri koyak,” beber Chalik.

Dansatpom AU Lanud Soewondo, Mayor POM I Gede Eka Santika, ketika dikonfirmasi, Senin (24/9/2018) membenarkan insiden tersebut.

“Benar, ada kita amankan dua orang pelaku penyekapan dan penganiayaan seorang anggota TNI AU bernama Pelda Muhamaad Chalik yang berdinas di Dinas logistik,” kata I Gede Eka Santika.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya saat ini sudah mengamankan kedua pelaku serta besi dan stick baseball yang digunakan untuk menganiaya Pelda M Chalik.

“Kita masih menunggu upaya mediasi antara korban dan pelaku. Jika upaya mediasi tidak ada kesepakatan, keduanya akan kita serahkan ke Polrestabes Medan. Bahkan ada anggota POM bernama Prada Zulfadli yang ditusuk obeng pada paha kanannya oleh pelaku,” pungkasnya.

Rubrik
Sumber
metro24jam.com

Komentar

Loading...