Sering Kecelakaan, Dishub Pidie Akui Tak Pernah Rawat Bus Sekolah

Sering Kecelakaan, Dishub Pidie Akui Tak Pernah Rawat Bus Sekolah

BERITAKINI.CO, Sigli | Sepanjang tahun 2018, tiga bus sekolah milik Pemerintah Kabupaten Pidie terlibat kecelakaan.

Masing-masing kecelakaan terjadi di Lambaro, Aceh Besar, yang melibatkan bus sekolah Pemda Pidie dengan mobil pick up milik showroom sepeda motor.

Selang satu bulan, kecelakaan tunggal kembali terjadi di Kabupaten Aceh Jaya. Kali ini, kecelakaan itu dipicu akibat meledaknya ban, sehingga bus terguling dan membuat sejumlah penumpang luka-luka.

Baca: Mobil Dishub Pidie Terjun ke Jurang di Jijiem Pijay

Terakhir, dua hari lalu bus milik pemerintah Pidie jatuh ke dalam jurang di Jijim, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Dua orang mengalami luka-luka akibat kejadian itu.

"Semua kejadian hari Minggu, tiga bus sekolah jenis micro bus rengsek," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana di Dishub Pidie Darwin, kepada BERITAKINI.CO, Selasa (9/10/2018).

Darwin mengakui, bahwa Dishub Pidie tidak pernah malakukan perawatan terhadap puluhan bus sekolah yang dikelola pihaknya.

Selama ini, Pemerintah Pidie hanya menganggarkan biaya untuk membeli empat ban untuk setiap unit per tahun, ditambah biaya BBM sebanyak 4 liter perhari untuk mendukung aktifitas antar jemput murid sekolah.

"Makanya kita bebaskan mereka untuk mengangkut penumpang umum pada hari minggu," ujarnya.

Disamping itu, sambung Darwin, rata-rata bus sekolah sudah dioperasikan sejak 2006 lalu. Sejatinya, puluhan bus tersebut tidak layak lagi dioperasikan, apalagi untuk mengangkut anak sekolah.

Selain rusak akibat kecelakaan, sebagian bus terpaksa harus diparkirkan di Dishub Pidie dan beberapa bengkel di Pidie akibat dinas tidak memiliki biaya untuk memperbaiki bus-bus tersebut.

"Jika dihitung-hitung, sudah mahal biaya perbaikan dengan harga mobil," pungkas Darwin.

Editor
Rubrik
Sumber
Pemkab Pidie

Komentar

Loading...