Seremoni Penutupan Festival Kuliner Aceh Dibubarkan Paksa, Polisi: Sedang Kita Periksa!

Seremoni Penutupan Festival Kuliner Aceh Dibubarkan Paksa, Polisi: Sedang Kita Periksa!

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polisi telah menindaklanjuti aksi sekelompok orang yang membubarkan paksa seremoni penutupan Aceh Culinary  Festival ( ACF) di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu malam.

Sejumlah saksi sudah diperiksa, terdiri dari saksi anggota kepolisian yang ada di lokasi, dan juga panitia acara. “Selanjutnya kita akan panggil juga mereka (kelompok yang membuat keributan),” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto, saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Senin (8/7/2019).

Trisno menjelaskan bahwa sesungguhnya acara itu bukanlah konser, namun rangkaian dari agenda resmi Pemerintah Aceh di mana leading sektornya adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

“Mereka sebenarnya sudah komunikasi, antara Disbudpar Aceh kelompok itu, kalau tidak salah di bawah pimpinan Umar Rafsanjani. Jadi sudah ada kesepakatan-kesepakatan. Sebelumnya ada juga pernyataan-pernyataan yang muncul di media sosial soal rencana pembubaran. Kita sebagai aparat keamanan, sudah memanggil pemilik akun media sosial tersebut, supaya jangan memprovokasi,” ungkap Trisno.

Masing-masing pihak, kata Trisno, telah sepakat jika acara itu bisa dilanjutkan.

“Cuma nanti penonton dipisah, lagunya juga harus lagu-lagu religi. Itu kesepakatannya. Sudah oke. Tapi ini bukan konser ya, ini tampil pada acara pemerintah,” katanya. Karena telah tercapai kata sepakat, kata Trisno, maka Base Jam akhirnya datang ke Aceh.

“Rupanya ada yang tidak sepakat lagi: pokoknya dibubarkan. Jadi inikan lari dari kesepakatan. Jadi dari pemimpinnya juga tidak bisa mengatasi reaksi itu, karena ada yang pingin pokoknya bubar,” jelas Trisno.

Padahal, kata Trisno, acara sudah mau selesai. “Lagu kedua separoh jalan, ribut. Kemudian direlai, tidak usahlah ribut-ribut. Sebagian mau dengar, tapi sebagian ada yang tidak mau dengar, sehingga terjadi kericuhan sehingga dihentikan (acara). Tapi kegiatan pokok dari acara itu sudah selesai. Saya pikir juga lagu yang ditembangkan itu biasa saja, tidak ada yang aneh-aneh,” katanya.

Karena terjadi keributan, kata Trisno, polisi telah melakukan pemeriksaan untuk mencari adanya unsur tindak pidana. “Sekarang lagi melakukan pemeriksaan, termasuk saksi-saksi, seperti EO sudah kita mintai keterangan,” katanya.

Polisi juga sudah mengumpulkan barang bukti, seperti adanya pengrusakan. “Mungkin ada pengrusakan atau penganiayaan di situ. Sejauh ini ada wastafel, kalau tidak salah dirusak,” ungkapnya.

Sejauh ini, polisi menilai bahwa sekelompok orang itu tidak memiliki legalitas melakukan itu (pembubaran). “Apalagi itu kegiatan pemerintah, kalau memang ada yang melanggar syariat Islam, yang sebenarnya ada Dinas Syariat Islam di Pemerintah Aceh,” katanya.

Baca: Sekelompok Orang Hentikan Paksa Seremoni Penutupan Festival Kuliner Aceh

“Tidak bisa semena-mena, berpersepsi sendiri, tidak boleh seperti itu. Ada aturan. Bisa dibicarakan. Dasar itu, kita sebagai aparat tetap melakukan pemeriksaan, kalau terbukti ada tindak pindana, kita tindak.”

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...