Sepak Terjang Komplotan Preman Pensiun Berakhir di Polresta Banda Aceh

Sepak Terjang Komplotan Preman Pensiun Berakhir di Polresta Banda Aceh
Komplotan kriminal Preman Pensiun di Mapolresta Banda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polisi membekuk komplotan pencuri spesialis barang elektronik di Banda Aceh. Mereka berjumlah tujuh orang, termasuk satu penadah.

Para tersangka pencuri itu masing-masing BR (16) warga Kuta Alam, Kota Banda Aceh; MR (17) warga Lampeseh Kota, Kota Banda Aceh; ADM (16) warga Lambaro, Aceh Besar; MN (19) warga Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh; BG (19) warga Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar; BN (19) warga Lamteumen Timur, Banda Aceh; dan penadah BP (30) warga Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh besar.

Kasatreskrim Polres Banda Aceh Ryan Citra Yudha mengatakan, penangkapan berawal dari laporan kehilangan di Hotel Rajawali pada 24 Januari 2021 lalu.

“Polsek Kuta Alam mendapatkan laporan terjadinya kehilangan genset di hotel tersebut,” kata Ryan, Jumat (5/2/2021).

Polisi pun melakukan penyelidikan, dan mendapatkan informasi ihwal keberadaan sekelompok remaja yang menginap di salah satu kamar di hotel tersebut.

“Tidak berselang lama, petugas langsung melakukan penindakan. BR, MR, ADM, MN, BG dan BN, diamankan di dalam kamar hotel tersebut,” kata Ryan.

Hasil interogasi, kata Ryan, komplotan ini mengaku telah menjuluki dirinya adalah Preman Pensiun.

"Mereka tergabung dalam grup Whastapp Preman Pensiun, di dalam grup tersebut diketahui bahwa mereka adalah komplotan pencuri spesialis barang elektronik, strategi pencurian diatur dalam grup itu semua," ujarnya.

Setelah itu, petugas memboyong para remaja tersebut ke kantor polisi.

Hasil interogasi lanjutan terungkap bahwa komplotan tersebut telah melakukan pencurian di 18 tempat di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

"Hasil dari curian mereka dijual kepada penadah, penadahnya adalah BP,” katanya.

Polisi pun telah mengamankan barang bukti hasil curian komplotan tersebut berupa 18 handphone, 3 powerbank, 3 tabung gas, dan 2 sepeda motor yang digunakan untuk melancarkan aksi.

Atas perbuatan tersebut, komplotan Preman Pensiun pun dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Sedangkan penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana selama empat tahun penjara.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...