Seorang IRT di Banda Aceh Diduga Diracun Teman Sendiri, Emas 8 Mayam Nyaris Raib

Seorang IRT di Banda Aceh Diduga Diracun Teman Sendiri, Emas 8 Mayam Nyaris Raib

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Seorang ibu rumah tangga bernama Erawati (37) warga Kampung Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh mengaku menjadi korban pencurian emas seberat 8 mayam. Diduga pelakunya adalah temannya sendiri berinisial M warga Jurong Penjera, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Erawati mengungkapkan modus pencurian tersebut dilakukan dengan cara meracuninya melalui makanan (bakso), sehingga korban mengalami mual-mual, sakit perut, hingga diare. Beruntung korban bisa diselamatkan setelah dirawat di RSUD Zainal Abidin Banda Aceh.

Kepada wartawan di Kantor YARA Banda Aceh, Erawati menceritakan, peristiwa tersebut terjadi di rumahnya pada Kamis (27/9/2018). Saat itu, korban hanya bersama pelaku yang tak lain adalah temannya sejak dari SMP.

“Pelaku meminta pinjam uang kepada saya sebanyak Rp 2,5 juta, namun saya tidak ada uang. Pelaku bilang kalau uang itu untuk menutup kredit,” kata Erawati didampingi suaminya Efendi (43).

Lanjutnya, pelaku sudah beberapa kali mencoba pinjam uang kepada dirinya. “Ini kali ke tiga dia (pelaku) minta uang. Saya dengan pelaku itu hubungannya sudah dekat sekali. Jadi saya bilang tidak ada uang, namun pelaku memaksa saya untuk menggadaikan emas saya dan meminjamkan uang kepada dirinya. Tapi saya tidak izinkan karena takut suami saya marah,” ujarnya.

Tidak berhenti disitu, pelaku malah berkali-kali membujuk korban agar meminjamkan uang kepada dirinya. “Pada saat hari kejadian itu, dia datang lagi ke rumah saya. Dan saya merasa iba sehingga saya meminta tolong kepada teman saya untuk meminjamkan uang kepada dirinya atas nama saya. Upaya itu juga tidak berhasil,” ungkapnya.

Setelah pulang dari rumah temannya, pelaku kemudian mengajak Erawati makan bakso.”Kebetulan saya juga lapar belum makan dari pagi, pas sekali ada tukang bakso keliling, kemudian kami beli dan makan di rumah saya. Saat itu, pelaku meminta saya untuk membelikan milo. Tanpa ada rasa curiga saya belikan milo di warung yang tidak jauh dari rumah saya,” katanya.

Usai dia membeli milo untuk pelaku, Erawati langsung menyantap mie bakso yang telah mereka beli. “Saya lihat kuah baksonya aneh, warna hitam seperti air got, di dalamnya juga seperti pasir. Karena saya lapar langsung saya makan, tidak lama setelah itu saya merasa pusing, mual dan muntah,” katanya.

Saat korban muntah, pelaku hanya melihat saja, dan tidak menolong korban untuk membawa ke rumah sakit. Malah, pelaku mengambil kalung emas yang ada di leher korban saat korban dalam keadaan lemas.

Beruntung kejadian ini langsung diketahui oleh tetangga. “Saat itu juga, suami buk Yuli (tetangga) saya langsung meminta emas tersebut kepada pelaku dan akhirnya dikembalikan,” katanya.

Setelah itu, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Dari pemeriksaan dokter, korban mengalami gejala keracunan seperti muntah, mual, pusing hingga diare.

Sementara itu, suami korban, Efendi mengatakan, dirinya tidak menyangka pelaku nyaris menghabisi nyawa istrinya. “Padahal dia (pelaku) sudah dekat dengan istri saya, sering juga ke rumah, tapi bisa berbuat seperti itu. Sekarang kasus ini sudah kami laporkan kepada Polsek Kuta Alam dan meminta YARA akan mengadvokasi kasus ini,” kata Efendi.

Ketua YARA Safaruddin menyatakan, kasus ini telah dilaporkan oleh korban pada hari Sabtu (29/9/2018) di Polsek Kuta Alam atas dugaan pencurian dengan kekerasan.

“Saat ini pelaku telah ditahan oleh Polisi. Pelaku ditangkap di rumahnya pada hari Selasa (2/10/2018). Kita akan mengawal terus kasus ini karena ini termasuk sadis. Kasus ini mirip dengan kasus racun sianida Jessica,” kata Safar.

Menurutnya, pada saat di lapor, barang bukti yang diduga racun sudah tidak ada lagi karena laporan dibuat tiga hari setelah kejadian.

“Tapi polisi telah menyita alat bukti termasuk sisa muntah korban yang akan dijadikan sebagai sampel, karena itulah sebagai petunjuk kalau itu adalah racun atau bukan. Jika itu racun maka itu sudah mengarah pada tindakan percobaan pembunuhan,” ujar Safaruddin.

Saat ini kondisi korban masih dalam keadaan lemas dan masih bergejala mual. Korban masih mendapatkan perawatan jalan dan mengalami trauma. | MAG-02

Komentar

Loading...