Senilai Total Rp 6,1 Triliun Proyek APBA 2021 Belum Berkontrak

Senilai Total Rp 6,1 Triliun Proyek APBA 2021 Belum Berkontrak
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah Aceh dinilai tak mampu mengonversi limpahan duit rakyat yang rencana belanjanya justru disusun sendiri oleh mereka.

Merujuk pada data yang disiarkan laman P2K APBA milik Pemerintah Aceh, Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) mengatakan, hingga Senin, 18 Oktober 2021, masih terdapat sebanyak 737 paket proyek tahun anggaran 2021 yang telah selesai tender, tapi belum berkontrak.

Nilai akumulasinya mencapai Rp 6,1 triliun atau 37 persen dari APBA 2021.

“Ini belum lagi ditambah ratusan paket yang sedang ditender dalam tahap evaluasi penawaran,” kata Koordinator LPLA Nasruddin Bahar.

Adapun sisa waktu efektif tahun anggaran 2021, kata Nasruddin, hanya 60 hari ke depan. 

“Pemerintah Aceh harus menjelaskan kepada rakyat alasan keterlambatan penandatangan kontrak karena akan berimbas kepada hasil pembangunan yang tidak dapat dimanfaatkan,” kata Nasruddin.

Dia menduga, salah satu penyebab molornya realiasi proyek-proyek tersebut antara lain karena ULP Setda Aceh kerap mengulur-ulur waktu mulai dari evaluasi penawaran hingga pengumuman pemenang. 

“Bahkan ada yang sampai tujuh kali belum ditetapkan siapa calon pemenang tender. Publik curiga bahwa pengunduran penetapan pemenang itu dilakukan untuk membuka ruang negosiasi alias tawar menawar, menarik setoran fee yang merupakan sudah menjadi rahasia umum bahkan keterlambatan teken kontrak juga disebabkan karena belum terpenuhinya setoran fee kepada oknum yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan pemenang tender,” katanya.

LPLA mengusulkan kepada Pemerintahan Aceh untuk membatalkan kontrak yang masa pelaksanaanya di atas 60 hari. 

Hal tersebut agar tidak terjadi permasalahan hukum di kemudian hari karena dapat dipastikan pekerjaan konstruksi yang membutuhkan masa pelaksanaan 150 hari atau 90 hari tidak mungkin dapat diselesaikan.

Rubrik

Komentar

Loading...