Sengketa Tanah di Muara Tiga, Desa Ujong Pie dan Sagoe Sepakat Damai

Sengketa Tanah di Muara Tiga, Desa Ujong Pie dan Sagoe Sepakat Damai

BERITAKINI.CO, Sigli | Sengketa kepemilikan tanah lapangan bola antara dua desa di Kecamatan Muara Tiga, Pidie, berujung damai.

Masyarakat Gampong Ujong Pie dengan Sagoe yang diwakili perangkat gampong masing-masing sepakat mengakhiri konflik saling klaim tanah tersebut.

Kapolsek Muara Tiga Ipda Maksum mengatakan, kesepakatan damai antara dua gampong yang bertikai itu berlangsung di Mapolsek setempat.

Baca: Forkopimda Tetapkan Status Quo Lahan Sengketa di Muara Tiga

Turut hadir dalam pertemuan yang penuh kekeluargaan tersebut, perwakilan Pemerintah Kabupaten Pidie, Muspika dan para tokoh kedua gampong.

"Alhamdulillah, kedua gampong mau mundur selangkah," ujar Maksum pada BERITAKINI.CO, Rabu (24/10/2018).

Sejumlah poin penting disepakati dalam pertemuan itu, termasuk gampong yang berhak mendapatkan dan mengelola tanah bekas barak pengungsi pasca stunami tersebut.

"Dalam kesepekatan bersama, tanah itu menjadi milik Gampong Ujong Pie," kata Maksum.

Meski tanah yang berlokasi di perbatasan itu sudah resmi menjadi hak milik Gampong Ujong Pie, disepakati juga agar tidak ada aktifitas selama beberapa waktu ke depan.

"Untuk kestabilan dan trauma warga pasca kejadian kemarin, awal November 2018 baru bisa digunakan," sambung Maksum.

Kepolisian juga akan terus mengawasi dan pemantauan perkembangan pasca terjalin kesepahaman mengenai tanah perbatasan tersebut.

"Tanah itu masih dalam pengawasan kita," pungkas Maksum.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...