Sendiri Pimpin Aceh, Nova Plotkan Rp 19,2 Miliar Dana Operasional 2021

Sendiri Pimpin Aceh, Nova Plotkan Rp 19,2 Miliar Dana Operasional 2021
Nova Iriansyah

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengalokasikan Rp 19,2 miliar lebih untuk biaya operasionalnya tahun 2021.

Jumlah itu sama dengan 0,11 persen dari total rencana belanja Aceh dalam Rancangan Qanun Aceh Tentang APBA 2021.

Ploting ini dinilai terlalu bengkak, dan tak sepenuhnya sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala dan Wakil Kepala Daerah.

Mendagri pun telah meminta agar penentuan besaran dana operasional tersebut disesuaikan dengan mempedomani Pasal 9 ayat (1) PP Nomor 109 Tahun 2000 tersebut.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Mendagri Nomor 903-4732 Tahun 2020 Tentang Evaluasi Rancangan Qanun Aceh Tentang APBA 2021 dan rancangan Pergub Tentang Penjabatan APBA 2021.

Mendagri menyebutkan bahwa berdasarkan PP tersebut, besaran dana operasional kepala dan wakil kepala daerah ditentukan berdasarkan jumlah Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

Adapun target PAD Aceh pada 2021 ditetapkan senilai Rp 2,4 triliun lebih.

Dengan komposisi tersebut, minimal dana operasional kepala dan wakil kepala daerah adalah Rp 1,25 miliar, dan maksimal 0,15 persen dari jumlah PAD atau Rp 3,6 miliar lebih.

Mendagri juga menekankan bahwa penggunaan dana operasional kepala dan wakil kepala daerah tersebut harus mempedomani Pasal 8 PP Nomor 109 Tahun 2000 tersebut.

Di mana pasal tersebut mengatur delapan poin masing-masing, dana operasional digunakan membiayai kegiatan rumah tangga kepala dan wakil kepala daerah.

Lalu, dipergunakan untuk membeli barang-barang inventaris rumah jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Selanjutnya, dipergunakan untuk pemeliharaan rumah jabatan dan barang-barang inventaris yang dipakai atau
dipergunakan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Kemudian, dipergunakan untuk pemeliharaan kendaraan dinas yang dipakai atau dipergunakan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah;

Lalu, dipergunakan untuk pengobatan, perawatan, rehabilitasi cacat dan uang duka bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah beserta anggota keluarga;

Selanjutnya, dipergunakan untuk membiayai perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Kemudian, dipergunakan untuk pengadaan pakaian dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berikut atributnya.

Dan terakhir, dipergunakan untuk koordinasi, penanggulangan kerawanan sosial masyarakat, pengamanan dan kegiatan khusus lainnya guna mendukung pelaksanaan tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Rubrik

Komentar

Loading...