Senat Unsyiah Harus Diberi Ruang untuk Mengontrol

Senat Unsyiah Harus Diberi Ruang untuk Mengontrol

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Peran senat di sebuah universitas sangatlah strategis. Ibarat legislatif, dia sesungguhnya berfungsi untuk mengawasi kebijakan-kebijakan eksekutif. Dengan kontrol yang maksimal, program-program yang dihasilkan diyakini akan berdampak positif terhadap pembangunan.

Namun sepertinya hal ini tak berjalan di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). “Peran senat, ini sangat penting. Tapi sekarang anggota senat terkesan sangat ketakutan. Tidak berani memberi pendapat, takut salah,” ungkap Dr. Syahrul SpS-(K) saat berbicara di acara silaturahmi dengan sejumlah tokoh Aceh di Ballroom Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, kemarin.

Baca: Maju Sebagai Bakal Calon Rektor, Dr. Syahrul Ingin Bawa Unsyiah Masuk World Class University

Situasi ini, kata Syahrul, tak boleh dibiarkan berlarut. “Ini tak boleh lagi ke depan. Senat ini seperti legislatif. Maka harus diberi ruang untuk mengontrol. Bidang pendidikan apa, penelitian bagaimana, dan pengabdian masyarakat seperti apa. Ini harus dikontrol agar Unsyiah bisa berkembang ke arah yang lebih baik ke depan,” katanya.

Satu hal lainnya agar harapan Unsyiah bisa masuk dalam jajaran universitas terkemuka di dunia, kata Syahrul, adalah faktor leadership.

“Tidak boleh terlalu kaku, terlalu arogan dan bersikap otoriter. Harus hospitality university. Memastikan tidak ada KKN, tidak nepotisme, menerima kritikan dengan bijak. Hubungan dengan masyarakat dan mahasiswa baik,” katanya.

Baca: Begini Gagasan Dr. Syahrul Jadikan Unsyiah Universitas Kelas Dunia

Transparansi juga harus di kedepankan. “Kita, misalnya, belum pernah mendengar berapa anggaran Unsyiah setahun. Semua institusi itu mengumumkan, misal, segini anggarannya per tahun. Unsyiah juga harusnya mengumumkan, misal, ada Rp 1 triliun tahun ini, untuk 131 prodi. Bagaimana mendistribusikannya,” kata Syahrul.

Seperti diketahui, Syahrul telah menyampaikan keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai Rektor Unsyiah Periode 2018-2022, yang salah satu semangatnya adalah untuk membawa Unsyiah masuk dalam jajaran universitas kelas dunia.

Hal ini menyusul akan berakhirnya jabatan Rektor Unsyiah Samsul Rizal pada Februari 2018 mendatang. Namun disebut-sebut Syamsul Rizal juga akan kembali mencalonkan diri sebagai rektor.(*)  

Rubrik

Komentar

Loading...