Sempat Kabur, Abu Malaya yang Sebut Nova Antek PKI Ditangkap

Sempat Kabur, Abu Malaya yang Sebut Nova Antek PKI Ditangkap

BERITAKINI.CO | Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri Pidie Jaya meringkus Riki Akbar alias Abu Malaya, Rabu (24/3/2021).

Pria yang merupakan tersangka kasus ujaran kebencian dengan menyatakan “Plt Gubernur Aceh Antek PKI” di media sosial tersebut, sempat melarikan diri pada Oktober 2020 lalu.

Saat ini, Abu Malaya pun telah dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sigli untuk persiapan penuntutan di pengadilan.

Lihat: Kabur ke Meulaboh, Polisi Bekuk Tersangka Penyebar Fitnah ‘Plt Gubernur Aceh Antek PKI’

Kajari Pidie Jaya Mukhzan dalam pernyataan tertulisnya mengatakan, penyidik Polres Pidie Jaya sebelumnya menjerat Abu Malaya dengan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 44 5a ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Pada 20 September 2020 lalu, kasus Abu Malaya tersebut dilimpahkan ke Kejari Pidie Jaya.

“Tersangka ini sempat dititipkan di sel isolasi Gugus Tugas Covid 19 Pidie Jaya karena hasil rapid tes menunjukkan reaktif. Tapi setelah beberapa hari, tepatnya pada 4 Oktober 2020, dia melarikan diri,” katanya.

Lihat: Tersangka Penyebar Fitnah 'Plt Gubernur Antek PKI' Melarikan Diri

Setelah buron selama lima bulan lebih, Abu Malaya berhasil ditangkap di rumah orang tuanya di Gampong Meue, Kecamatan Trieng Gadeng, Pidie Jaya.

Diberitakan sebelumnya, Abu Malaya memposting ujaran kebencian pada 7 Juni 2020 lalu, saat dia baru kembali dari Malaysia.

“Yang bersangkutan menggunakan akun Facebook Abu Malaya, dan memposting narasi yang berisi tuduhan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terlibat dalam organisasi terlarang (PKI),” kata Kapolres Pidie Jaya AKBP Musbagh Ni'am, Rabu, 17 Juni 2020 lalu.

Polisi pun melakukan serangkaian penyelidikan atas postingan tersebut.

"Hasil profiling diketahui akun Abu Malaya diduga dikelola oleh Riki Akbar," katanya.

 Polisi pun memburunya dan Abu Malaya berhasil dibekuk di Meulaboh, Aceh Barat. 

Rubrik

Komentar

Loading...