Sempat Buron, Polisi Tangkap Penyuplai Sabu untuk Tiga Perempuan dan Dua Pria yang Diringkus di Banda Aceh

Sempat Buron, Polisi Tangkap Penyuplai Sabu untuk Tiga Perempuan dan Dua Pria yang Diringkus di Banda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polisi kembali meringkus pengedar narkoba yang selama ini beroperasi di Banda Aceh. Tersangka adalah YA alias Ujang (42).

Sebelumnya, polisi telah mencokok lima orang, tiga di antaranya perempuan, yang sedang pesta sabu di sebuah rumah di Desa Geucu Kayee Jatho, Banda Aceh, pada Rabu siang, 11 Desember 2019. Barang haram itu mereka peroleh dari Ujang.

Baca: Tiga Perempuan dan Dua Pria Diringkus Sedang Pesta Sabu di Banda Aceh

Sejak saat itu, Ujang ditetapkan sebagai buronan kepolisian. Ternyata pada Rabu malam, dia berhasil ditangkap oleh Tim Opsnal Unit I Satuan Resnarkoba Polresta Banda Aceh.

“Dia ditangkap di sebuah gubuk yang berada di kawasan Krueng Neng, Banda Aceh,” Kapolresta Banda Aceh melalui Kasat Resnarkoba AKP Boby Putra Ramadan Sebayang, Jumat (13/12/2019).

Bersama Ujang, polisi juga mencokok satu pria lainnya yakni MK alias Mimi (33).

Dari tangan mereka, petugas menyita 17 paket sabu dengan berat 6,99 gram.

“Barang bukti sebanyak 17 bungkus kecil sabu diakui adalah milik MK alias Mimi,” kata Boby.

Mimi mendapatkan narkotika tersebut dengan cara membeli dari Bang Din yang saat ini sudah ditetapkan sebagai buronan, seharga Rp 7 juta.

“Mereka melakukan transaksi di kawasan Blang Kiree, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar,” katanya.

Boby menjelaskan, tujuan tersangka membeli sabu tersebut adalah untuk dijual kembali. Artinya, kata Boby, tersangka mengharapkan keuntungan dari kejahatan tersebut.

“Sementara tersangka YA alias Ujang adalah kurir yang diminta oleh tersangka MK alias Mimi untuk mengantarkan atau menjual sabu miliknya kepada orang lain dengan mengharap imbalan pada MK,” kata Boby.

Kedua tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009  tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Rubrik

Komentar

Loading...