Selundupkan 400 Gram Lebih Sabu dari Aceh ke Bali, Zamzani Dituntut 15 Tahun Penjara

Selundupkan 400 Gram Lebih Sabu dari Aceh ke Bali, Zamzani Dituntut 15 Tahun Penjara
Zamzami dituntut 15 tahun, karena terlibat peredaran narkotik lintas pulau. Pria asal Aceh ini menjalani sidang secara daring dari Lapas Kerobokan

BERITAKINI.CO | Seorang kurir narkoba jenis sabu lintas propinsi, Zamzami (26) dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pemuda asal Desa Ceumeucet, Kuta Makmur, Aceh Utara, Aceh ini dituntut pidana, karena dinilai bersalah telah menyelundupkan sabu seberat 444,23 gram yang dibawanya dari Aceh tujuan Bali, dengan modus disembunyikan di dalam sepasang sandal yang dipakainya.

Terhadap tuntutan yang dibacakan JPU dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, terdakwa didampingi penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan tertulis.

"Kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis, dan mohon waktu satu minggu, Yang Mulia," pinta Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar, Kamis, 18 Maret 2021.

Sementara itu, JPU I Dewa Nyoman Wira Adiputra dalam surat tuntutan menyatakan, bahwa terdakwa telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakuan tindak pidana narkotik.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik, sebagaimana dakwaan kesatu JPU.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan. Dan denda Rp 2 miliar subsidair enam bulan penjara," tegas jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Diungkap dalam dakwaan JPU, terdakwa Zamzami ditangkap di Terminal Kedatangan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Tuban, Kuta, Badung, Selasa, 24 Nopember 2020 sekira jam 20.30 Wita.

Terlibatnya terdakwa dalam perkara ini berawal saat ditelpon oleh Nyak (DPO), memintanya bertemu di warung kopi, kampung Bathufhat Aceh. Nyak mengatakan kepada terdakwa, jika sabu sudah siap.

Setelah bertemu, kemudian terdakwa bertukar sandal dengan Nyak.

Di mana sepasang sandal yang diberikan oleh Nyak di dalamnya telah disembunyikan 2 bungkus plastik sabu dengan berat seluruhnya 449,75 gram brutto atau 444,23 gram netto.

Sabu itu dibawa oleh terdakwa ke Bali, dan diserahkan kepada seseorang di Bali.

Atas pekerjaan itu, terdakwa dijanjikan upah oleh Nyak sebesar Rp20 juta, dipotong ongkos tiket dan uang jalan.

Namun terdakwa baru menerima upah sebesar Rp2 juta untuk keperluan perjalanan dari Aceh ke Bali.

Sedangkan sisa upah akan diberikan setelah terdakwa kembali ke Aceh.

Selasa, 23 Nopember 2020 sekitar jam 11.50 Wib terdakwa berangkat dari Bandara Kuala Namu, Medan menggunakan pesawat Batik Air menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar-Bali.

Setibanya terdakwa di Terminal Kedatangan Domestik I Gusti Ngurah Rai, terdakwa ditangkap oleh petugas BNNP Bali.

Lalu dilakukan penggedahan, hasilnya ditemukan 2 bungkus plastik berisi sabu dengan berat masing-masing 224,72 gram brutto dan 225,03 gram brutto yang disembunyikan dalam sepasang sandal.

Selanjutnya petugas BNNP Bali melakukan mengembangan untuk mengetahui siapa yang akan menerima sabu tersebut di Bali.

Kemudian Petugas BNNP Bali meminta terdakwa untuk menghubungi siapa orang yang akan menerima sabu itu.

Terdakwa pun menghubungi Nyak, dan memberikan nomor handphone orang yang akan menerima sabu tersebut dengan nama Wahyu Hidayat (penuntutan berkas terpisah).

Lalu terdakwa menghubungi Wahyu, meminta datang ke Hotel di Tuban, Badung untuk mengambil sabu itu. Saat Wahyu tiba di hotel, Petugas BBNP Bali langsung melakukan penangkapan.

Rubrik
Sumber
tribunnews.com
Pemkab Pidie Jaya-Idulfitri

Komentar

Loading...