Selain Ekonomi, Soal Perselingkuhan Mendominasi Istri Gugat Cerai Suami di Langsa

Selain Ekonomi, Soal Perselingkuhan Mendominasi Istri Gugat Cerai Suami di Langsa

BERITAKINI. CO, Langsa | Sepanjang tahun 2019, ratusan perkara perceraian ditangani Mahkamah Syariah Kota Langsa.

Dari jumlah itu, faktor ekonomi menjadi paling dominan sebagai alasan perceraian pasangan suami istri.

"Di samping perselingkuhan," kata Humas Mahkamah Syariah Langsa, Roichan Mahbub, Senin (2/12/2019).

Berdasarkan data yang ada, tambah dia, total perkara yang ditangani mencapai 437 kasus. Dengan rincian, 355 gugatan dan 82 permohonan talak.

Terpisah, pengacara muda, Muhammad Iqbal menyebut, tingginya angka perceraian dilatari konflik rumah tangga akibat ekonomi dan perselingkuhan pasangan suami istri.

"Saya menanggani beberapa klien di Mahkamah Syariah. Beragam kasusnya. Paling menonjol cerai karena desakan ekonomi," katanya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid juga sempat mengungkapkan bahwa  kasus perceraian di kalangan Aparatur Negeri Sipil (ASN) dalam lingkungan Pemerintah Kota Langsa relatif tinggi.

Tiap tahunnya mencapai 25 hingga 30 kasus. Di mana, gugatan pihak wanita lebih sering diajukan.

"Sebersar 90 persen gugatan dari pihak perempuan. Pemicunya KDRT, selingkuh, alasan ekonomi dan masalah keluarga lainnya," terangnya. | PUTRA ZULFIRMAN

Rubrik

Komentar

Loading...