Pimpinan Dayah dan Ormas di Aceh Singkil Minta Bupati Hentikan Kegiatan MPTT-I

Pimpinan Dayah dan Ormas di Aceh Singkil Minta Bupati Hentikan Kegiatan MPTT-I

BERITAKINI.CO, Singkil | Sejumlah pimpinan dayah, ormas, dan tokoh masyarakat di Aceh Singkil menyatakan penolakan atas aktivitas Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf  Indonesia (MPTT-I) di daerah tersebut.

Penolakan itu tercantum dalam surat yang dilayangkan kepada Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Kapolres, juga Dandim Aceh Singkil pada Selasa, 17 November lalu.

Mereka meminta Bupati untuk menghentikan seluruh kegiatan MPTT-I, karena menurut mereka bahwa pengajian tauhid tasawuf yang di lakukan MPTT-I merupakan hal yang baru di Aceh Singkil, sehingga belum bisa diterima semua pihak.

Terlebih, saat ini masih terdapat perbedaan di kalangan ulama di Aceh.

“Sehingga dapat membingungkan masyakarat, terutama bagi yang awam di bidang agama,” tulis mereka dalam surat tersebut.

“Memaksakan diri untuk tetap melaksanakan kegiatan MPTT dapat mengganggu stabilitas sosial keagamaan dan memicu perpecahan.”

Selain itu, mereka juga meminta agar Bupati meninjau kembali dana APBK yang dialokasikan untuk kegiatan MPTT-I pada 2021 sejumlah Rp 1 miliar, yaitu untuk kegiataan Muzakarah.

Menurut mereka lebih baik uang tersebut dialokasikan untuk penguatan ekonomi kerakyatan, fasilitas pendidik baik sekolah umum maupun Dayah, beasiswa kepada penghafal Al-Quran, dan beasiswa kepada mahasiswa dan anak keluarga kurang mampu. Surat itu juga ditembuskan kepada gubernur Aceh dan unsur Forkopimda Aceh.

Rubrik

Komentar

Loading...