Sedot Air Tanah dan Eksploitasi Galian C di Aceh Singkil, PT Nafasindo Tak Bayar Pajak Rp 80 Juta

Sedot Air Tanah dan Eksploitasi Galian C di Aceh Singkil, PT Nafasindo Tak Bayar Pajak Rp 80 Juta

BERITAKINI.CO, Singkil | PT Nafasindo Aceh Singkil masih menunggak pajak retribusi daerah yang bersumber dari operasional galian C dan pemanfaatan air tanah sepanjang tahun 2020. Nilainya mencapai Rp 80,2 juta lebih.

Rinciannya, pajak retribusi itu galian C senilai Rp 16,4 juta lebih selama 11 bulan, dan air bawah tanah Rp 66,1 juta lebih.

"Kalau dibulatkan Rp 80,2 juta lebih," kata Kabid Pendapatan Badan Pengelolaan keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Singkil, Iskandar saat dijumpai BERITAKINI.CO, di ruang kerjanya, Senin (22/2/2021).

Angka ini relatif lebih kecil jika dibanding dengan yang diungkapkan Iskandar pada 28 Desember 2020 lalu. Saat itu, Iskandar mengatakan bahwa PT Nafasindo seharusnya membayar retribusi senilai Rp 100 juta.

Lihat: Sedot Air Tanah Aceh Singkil Sepanjang 2020, PT Nafasindo dan PT Delima Makmur Tak Bayar Pajak

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa perusahaan itu berjanji akan meluansi tunggakan pajaknya pada pekan ini.

Sebelumnya diberitakan, selain PT Nafasindo, dua perusahaan lainnya yang beroperasi di Aceh Singkil  juga diketahui menunggak pajak. Perusahaan itu adalah PT Delima Makmur dan PT Runding Persada.

Rubrik

Komentar

Loading...