Sedang Digugat ke Pengadilan, Plt Gubenur Aceh Cabut Kebijakan Stickering BBM Bersubsidi

Sedang Digugat ke Pengadilan, Plt Gubenur Aceh Cabut Kebijakan Stickering BBM Bersubsidi
Kepala Dinas ESDM Aceh Mahdinur (kiri), Asisten II Setda Aceh Teuku Dadek

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah akhirnya mencabut Surat Edaran Nomor 540/9186 tanggal 2 Juli 2020 tentang Program Sitckering pada Kendaraan sebagai Strategi untuk Penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Penugasan yang tepat Sasaran.

Program ini dikenal dengan program stickering BBM subsidi di mana stiker yang berisi kalimat sindiran ditempel pada bagian kaca depan mobil-mobil yang dinilai layak mengonsumsi BBM subsidi.

Lihat: Cegah Orang Pura-pura Tak Mampu 'Minum' Premium, Aceh Tandai Mobil dengan Stiker

Kendati mobil mewah masih tetap dibenarkan mengonsumsi BBM subsidi, namun harus memasang stiker tersebut.

Kebijakan Nova Iriansyah ini pun telah digugat ke Pengadilan Negeri Banda Aceh oleh 24 warga Aceh lantaran dinilai merugikan dan merendahkan martabat masyarakat.

Lihat: Ternyata Mobil Mewah Tetap Boleh 'Minum' BBM Subsidi di Aceh, Asalkan?

Adapun pencabutan surat edaran itu diberitahukan melalui surat Plt Gubernur Aceh Nomo 540/14661 tanggal 15 Oktober 2020 tentang Pencabutan Surat Edaran yang ditujukan kepada para bupati/wali kota, dan Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertaminan.

Lihat juga: Gugatan Stickering BBM Rp 1 Triliun Disidang Pekan Depan

Surat pencabutan juga ditembuskan di antaranya kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri ESDM, Kepala BPH Migas, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Ketua Hiswana Migas Aceh.

Dalam surat itu, Nova Iriansyah beralasan bahwa pencabutan itu mengingat usulan DPRA karena pelaksanaan di lapangan belum berjalan efektif. "Maka perlu dicabut dan ditinjau kembali pelaksanaannya," tulis Nova dalam surat pencabutan itu.

Lihar: Nova ke Nova: Bapak Satu-satunya Gubernur yang Mempermalukan Rakyat Aceh

Selanjutnya, kata Nova, dia juga meminta agar Pertamina mengambil langkah-langkah evaluasi dan melanjutkan distribusi BBM bersubsidi sebagaimana masa program stickering belum diberlakukan.

Asisten II Setda Aceh yang dikonfirmasi mengaku belum menerima surat tersebut. "Sudah keluar atau belum, nanti saya cek," katanya.

Karo Humas Setda Aceh Iswanto mengatakan akan mengonfirmasi pada Kadis ESDM Mahdinur.

Sementara Mahdinur yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO ihwal pencabutan surat edaran tersebut, tak menjawab.

Rubrik

Komentar

Loading...