Sebut Antisipasi Penyebaran Berita Miring, Begini Klarifikasi Pemkab Aceh Tamiang Soal Refocusing Anggaran Covid-19 yang Jadi Sorotan Dewan

Sebut Antisipasi Penyebaran Berita Miring, Begini Klarifikasi Pemkab Aceh Tamiang Soal Refocusing Anggaran Covid-19 yang Jadi Sorotan Dewan
Juru Bicara Pemerintah Aceh Tamiang Agusliayana Devita

BERITAKINI.CO | Pemerintah Aceh Tamiang akhirnya bereaksi menanggapi sorotan dewan ihwal perubahan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penjabaran APBD 2020.

DPRK Aceh Tamiang sebelumnya menyorot sejumlah item belanja pada dokumen penjabaran APBD tersebut yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan penanganan Covid-19.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers pada 16 Mei 2020 lalu, usai dewan menelaah dokumen perubahan Penjabaran APBD 2020 yang disampaikan eksekutif tersebut.

Di antaranya tentang anggaran yang dibelanjakan untuk pembelian mobil kepala daerah, pengadaan sembilan sepeda motor, dan penambahan anggaran untuk Bunda PAUD, di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19.

Lihat juga: Hasil Refocusing Covid-19, Banggar DPRK Aceh Tamiang Temukan Pengadaan Mobil Bupati, Gorden Hingga Penambahan Dana untuk Bunda PAUD

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang perlu memberikan klarifikasi atas penyataan legislatif yang dipublikasi beberapa media cetak dan online pada 16 Mei 2020 terkait refocusing penjabaran APBK 2020 tersebut,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Tamiang Agusliayana Devita, Senin (18/5/2020).

“Adapun informasi ini dikeluarkan sebagai bentuk keterbukaan informasi dan reaksi cepat dalam mengantisipasi penyebaran berita miring (tentang) Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.”

Agusliayana Devita menjelaskan ihwal pengalokasian anggaran senilai Rp 900 juta untuk pembelian kendaraan roda empat kepala daerah tersebut bukanlah untuk membali satu unit mobil.

“Bahwa angka Rp 900 juta itu untuk pembelian dua Toyota New Kijang Innova diperuntukkan sebagai mobil dinas bupati dan wakil bupati Aceh Tamiang, untuk operasional di lapangan,” kata Agusliayana Devita, Senin (18/5/2020).

Adapun pembelian mobil tersebut dilakukan dengan mekanisme E-Katalog, sebelum terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan 117/KMK.07/2020 Tentang Percepatan Penyesuaian APBD 2020 Dalam Rangka Penanganan Covid-19 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.

Begitu juga dengan pengadaan sepeda motor dengan total harga Rp 200 juta. Dia mengatakan pengadaan tersebut dilakukan sebelum terbitnya keputusan bersama dua menteri tersebut. “Pengadaannya pada 27 Februari 2020 juga melalui E-Katalog,” kata Agusliayana Devita.

Sementara terkait dengan penyataan dewan ihwal tenaga medis Covid-19 yang tidak diberikan uang makan, kata Agusliayana Devita, sesungguhnya pembayaran bantuan uang makan untuk tenaga medis tersebut telah dikeluarkan BPBD Aceh Tamiang selaku bendahara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Tamiang, baik yang bertugas di posko terpadu melalui penanggungjawab posko maupun di RSUD Aceh Tamiang melalui direktur RSUD.

Dia juga menanggapi penyataan dewan tentang penambahan anggaran untuk Bunda PAUD. “Bahwa penambahan anggaran tersebut bukan merupakan anggaran yang diperuntukkan bagi kegiatan Bunda PAUD (istri bupati Aceh Tamiang), melainkan untuk kegiatan Belanja Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD yang sumber dananya dari DAK non Fisik dengan anggaran sebelumnya Rp 480 juta menjadi Rp 627 juta, atau dengan selisih penambahan sebesar Rp 147 juta,” jelasnya.

"Penambahan anggaran tersebut dikarenakan adanya pendataan ulang/pembaruan data pada TK Negeri/KB Negeri yang berada pada Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga data yang ada sekarang sudah disesuaikan dengan data Dapodik pada Pemerintah Pusat.”  

Dia juga menegaskan bahwa dalam merasionalisasi anggaran, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sudah memedomani atau sesuai dengan SKB dua menteri tersebut.

Rubrik

Komentar

Loading...