Sebelum Meninggal, Keluarga Sudah Larang Perawat Suntik Alfareza

Sebelum Meninggal, Keluarga Sudah Larang Perawat Suntik Alfareza

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Suasana duka masih menyelimuti keluarga Alfareza, bocah 12 tahun warga Desa Pante Cermen, Kecamatan Pante Cermen, Aceh Barat, yang diduga meninggal dunia setelah disuntik oleh perawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Nurbaiti, ibu korban masih terlihat sedih atas meninggalnya putra pertama mereka.

Baca: Diduga Meninggal Usai Disuntik, Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Cut Nyak Dhien

Sambil menahan tanggis, Nurbaiti, menceritakan kronologi sebelum anaknya meninggal dunia.

Kata dia, sebelum anaknya disuntik oleh perawat pihak keluarga sempat melarang petugas medis agar tidak menyuntik Alfareza.

Baca: Remaja ini Juga Diduga Meninggal Setelah Disuntik di RSUD CND Meulaboh

Mereka khawatir kejadian dugaan salah suntik terhadap pasien asal Teunom, Aceh Jaya, bernama Asrul Amilin, menimpa Alfareza.

“Padahal sudah saya bilang sama perawat, anak saya jangan disuntik lagi, karena baru disuntik lima menit yang lalu. Saya memberanikan diri bilang begitu karena baru kejadian meningga karena disuntik,” kata Nurbaiti, Selasa (23/10/2018) saat .

Baca: Begini Kata Orang Tua Remaja yang Diduga Tewas Setelah Disuntik di RSUD CND

Kata dia, perawat tersebut tidak menghiraukan perkataannya dan tetap menyuntik anaknya.

“Perawat menjawab gak apa-apa bu, ini obat lain lagi,” ucap menirukan ucapan perawat.

Ternyata, ketakutan Nurbaiti terjadi. Alfareza menghembuskan nafas terakhir tiga menit kemudian.

“Setelah disuntik anak saya sempat memanggil saya dan megeluh sakit. Ibu, Ibu sakit," rintih Al Fareza kepada ibunya sebelum menghembuskan nafas terakhir.

“Saat diperiksa Alfareza ternyata telah meninggal dunia.”

Nurbaiti mengaku akan melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke kepolisian setempat.

"Kami akan melaporkan kejadian ini dalam waktu dekat," kata Nurbaiti. | AIDIL

Rubrik

Komentar

Loading...