Sebelum Dibunuh, Laudya Chintya Bella Ternyata Diperkosa, Pelaku Terinspirasi dari Film Porno

Sebelum Dibunuh, Laudya Chintya Bella Ternyata Diperkosa, Pelaku Terinspirasi dari Film Porno

BERITAKINI.CO, Singkil | Polisi akhirnya mengungkap hasil penyelidikan sementara terkiat kasus pembunuhan seorang remaja putri, Laudya Chintya Bella (14), di Aceh Singkil.

Korban yang ditemukan terkubur tak jauh dari kantor Desa Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil pada Rabu, 12 Mei 2021 lalu itu, ternyata juga korban pemerkosaan.

Lihat: Hilang Sejak Kemarin, Laudya Chintya Bella Ditemukan Meninggal Terkubur di Aceh Singkil

Dua orang telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pemerkosa dan pembunuh siswi SMP N 1 Lipat Kajang itu. 

Keduanya adalah A (34) dan KH (56) warga Desa Lipat Kajang.

Kapolres Aceh Singkil melalui Kasatreskrim Iptu Noca Tryananto mengungkapkan bahwa pelaku utama pemerkosa dan pembunuh tersebut adalah A. Adapun posisi KH, awalnya hanya memantau.

Lihat juga: Lihat: Laudya Chintya Bella Ditemukan Tewas Terkubur di Aceh Singkil, Dua Orang Ditangkap

A, kata Noca, memulai aksinya dengan cara bujuk rayu karena terinspirasi film porno. Hal itu dilakukannya di kantor desa tersebut.

“Sebelumnya dia kerap menonton video porno sehingga menjadi motivasi dirinya untuk melakukan hal sebagaimana layaknya suami istri di samping kantor desa setempat,” kata Noca dalam konferensi pers, Selasa (18/5/2021).

"Dari hasil pemeriksaan pelaku melakukan lebih satu kali. Namun berapa jumlah persisnya, masih kita dalami." 

KH yang tadinya memantau, kata Noca, lantas ikut melakukan hal yang sama.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, A sebelumnya melakukan pemukulan menggunakan batu sebanyak dua kali. Setelah itu korban diperkosa secara paksa oleh KH dalam keadaan tidak berdaya di belakang kantor desa.”

Kedua pelaku lantas membawa korban ke belakang kantor desa tersebut. 

Untuk memastikan korban sudah meninggal dunia, kedua pelaku melakukan penyiskaan menggunakan benda tumpul.

"Kemudian kedua tersangka menguburkan korban dengan tidak wajar tanpa celana,” kata Noca.

Kedua pelaku lantas pulang ke rumah masing-masing. Mereka pun menyiasati cara agar perbuatan keji itu tak diketahui publik.

"Hasilnya pelaku KH berpura-pura seolah ada penemuan mayat," kata Noca.

Tapi berkat dukungan masyakarat setempat, kata Noca, tidak sampai 1 X 24 jam, kasus tersebut langsung terungkap.  "Jam 11 mulai, jam 7 malam sudah terungkap," katanya.

Kini kedua tersangka pun sudah mendekam disel tahanan kepolisian. Mereka akan dijerat dengan 

Pasal 81 ayat 3 dan ayat 5 dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 340 Jo Pasal 338 dan Pasal 351 ayat 1 dari KUHP.

"Ancaman kurungan paling ringan 20 tahun, paling berat hukuman mati," kata Noca.

Rubrik

Komentar

Loading...