Satu per Satu Sapi-sapi Milik Dinas Peternakan Dilaporkan Mati Kelaparan, Ternyata Pemerintah Aceh Alokasikan Rp 65 Miliar untuk Pengadaan Pakan 2020

Satu per Satu Sapi-sapi Milik Dinas Peternakan Dilaporkan Mati Kelaparan, Ternyata Pemerintah Aceh Alokasikan Rp 65 Miliar untuk Pengadaan Pakan 2020
Kondisi sapi-sapi milik Dinas Peternakan Aceh di UPTD IBI Saree, Kamis (4/6/2020) | Foto: Alfian MaTA

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Masyarakat Transparansi Anggaran (MaTA) mengungkap bahwa Pemerintah Aceh mengalokasikan Rp 65 miliar APBA untuk belanja pakan ternak tahun anggaran 2020.

Fenomena ini dinilai tak linier dengan kondisi ternak-ternak milik Dinas Peternakan Aceh yang dipelihara di UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) Saree.

Di mana ratusan sapi yang ada peternakan itu justru dalam kondisi tak terurus. Hampir semuanya dalam keadaan kurus kering lantaran ketiadaan pakan.

Sebagian di antaranya bahkan telah mati karena kelaparan.

Koordinator MaTA Alfian mengatakan, fakta-fakta tersebut telah membuktikan bahwa tata kelola anggaran Pemerintah Aceh patut diduga berpotensi korupsi.

“Pengelolaan sapi saat ini sudah sangat memprihatinkan,” katanya.

Dan fenomena ini merupakan peristiwa berulang atas tata kelola pemerintah yang buruk dan tidak dapat ditoleransikan lagi.

“Uang rakyat harus dikelola dengan benar dan satu rupiah wajib dipertangungjawabkan,” katanya.

Dia juga merincikan jumlah dana APBA yang sudah dibelanjakan untuk UPTD IBI Saree tersebut. Pada 2019, kata Alfian, Pemerintah Aceh menggelontorkan senilai Rp 2,33 miliar untuk pengadaan pakan konsentrat, Rp 1, miliar untuk pakan hijauan, dan Rp 1,5 miliar untuk pengadaan padang pengembalaan.

“Sementara pada 2020 juga dianggarkan Rp 65 miliar APBA untuk pengadaan pakan ternak sapi,” katanya.

Parahnya lagi, di tengah sapi-sapi yang ada tidak terurus, Pemerintah Aceh ternyata juga menganggarkan Rp 88 miliar untuk pengadaan bibit sapi pada APBA 2020.

Berdasarkan fakta tersebut, MaTA meminta secara tegas kepada Kejaksaan Tingg Aceh untuk mengusut potensi korupsi terhadap pengelolaan sapi tersebut.

Alfian mengaku telah melakukan check on spot pada Kamis (4/6/2020) dan mendapati pengelolaan sapi UPTD IBI Saree, Dinas Peternakan Aceh sudah dalam kondisi gagal sehingga harus ada yang bertanggungjawab.

“Apa bila ada pihak ‘melindungi’ maka patut diduga terlibat dalam kejahatan tersebut,” katanya.

“Maka perbuatan itu tidak dapat ditolerir karena sudah merugikan keuangan dan rakyat Aceh.”

Rubrik

Komentar

Loading...