Satu Kepala Desa Hendak Diberhentikan Warga, Belasan Reje Kampung Datangi DPRK Bener Meriah

Satu Kepala Desa Hendak Diberhentikan Warga, Belasan Reje Kampung Datangi DPRK Bener Meriah

BERITAKINI.CO, Redelong | Belasan reje kampung (kepala desa) dari Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah mendatangi DPRK setempat, Senin (12/10/2020).

Kedatangan mereka untuk menyikapi terkait upaya sejumlah warga memberhentikan salah satu kepala desa di kecamatan itu yakni Reje Kampung Bener Mulie, Desi Ayuningtias.

Diketahui, sejumlah warga tersebut sebelumnya telah mendatangi kantor DPRK Bener Meriah untuk menyampaikan usulan mereka tersebut.

“Sejumlah warga itu menemui salah satu anggota DPRK yang bukan membidangi urusan tersebut, kabarnya anggota DPRK itu menanggapinya. Jadi kami sekarang langsung menemui Komisi A DPRK,” ujar Ketua Forum Reje Kampung Kecamatan Wih Pesam, Ahmad Amin Z.

Menurut Ahmad Amin, mereka merasa perlu untuk meluruskan duduk persoalan yang terjadi Kecamatan Wih Pesam.

Pihaknya tidak ingin anggota DPRK langsung menanggapi usulan warga tersebut.

“Kalau seandainya laporan masyarakat itu langsung ditanggapi, kami khawatir persoalan seperti ini akan melebar ke kampung lain. Jadi warga lain akan ikut-ikutan,” kata Ahmad Amin Z.

Selain itu, belasan reje kampung tersebut juga mengaku telah sepakat untuk mengundurkan diri jika permintaan masyarakat-kendati tidak memenuhi unsur-untuk memberhentikan reje tetap diakomodir.

Terkait permintaan masyarakat untuk memberhentikan Reje Kampung Bener Mulie tersebu, kata Ahmad Amin, pihaknya mengaku telah mendalami dan menyimpulkan bahwa permintaan itu tidak memenuhi syarat.

"Untuk itu, jika ada hal-hal seperti itu hendaknya dilakukan pembinaan dulu terhadap reje kampung dan menelusuri dulu apa kesalahan yang telah dilakukan," kata Ahmad Amin.

Pihaknya meminta agar pemerintah tidak langusung memberhentikan reje kampung tanpa mengetahui duduk persoalan.

“Intinya persoalan yang terjadi di sejumlah kampung saat ini hanya ketidakpuasan lawan politik saat pencalonan. Karena tidak mendapat jabatan, maka upaya yang dilakukan menjatuhkan reje kampung yang terpilih,” ungkapnya.

Dia juga berharap agar Komisi A DPRK Bener Meriah tidak melayani pengaduan-pengaduan yang tidak memenuhi syarat.

“Sebenarnya permasalahan ini tidak hanya terjadi di pada Reje Kampung Bener Mulie, tetapi sudah terjadi pada Reje Kampung Sukarami Bawah yang saat ini sudah diberhentikan. Meski kami tidak tahu persoalannya, kami tidak ingin itu terjadi pada yang lain,” kata Ahmad Amin Z.

Sementara itu, Reje Kampung Bener Mulie, Desi Ayuningtias mengatakan, pihaknya menemui Komisi A DPRK Bener Meriah hanya untuk memohon arahan dan bimbingan dari anggota DPRK setempat.

“Intinya polemik yang terjadi di kampung saya agar tidak menjadi contoh di kampung lain, yang jelasnya persoalan saat ini hanya like and dislike saja akibat menjalankan tugas aturan berlaku,” ujarnya.

Dikatakan, ia mendapatkan tantangan dari sejumlah warganya apakah mau mengundurkan diri atau diturunkan.

“Saya datang hari sekaligus mencari solusi. Sebelumnya saya juga telah melakukan mediasi dengan masyarakat yang difasilitasi oleh Petue Kampung (BPK), tapi mungkin mereka tidak terima,” katanya.

Dijelaskan, pemicu terjadinya polimik di kampungnya hanya lantaran dia tidak mengakomodir keinginan warga, terutama terkait ketahanan pangan yang diminta berupa uang tunai.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRK Bener Meriah, Zulham mengatakan, pihaknya telah menanggapi permintaan sejumlah reje kampung tersebut.

Dikatakan, pihaknya akan turun ke lapangan dan akan menemui warga yang bersangkutan.

“Intinya untuk menyelesaikan persoalan ini kita harus hati-hati, kita harus tau dulu duduk persoalan,” ujarnya.

“Reje kampung adalah ujung tombak pemerintahan dengan bermacam bentuk program. Sementara kita ketahui lahirnya reje kampung itu melalui sebuah pemilihan dan jabatan mereka adalah jabatan politik.”

Rubrik

Komentar

Loading...