Satpol PP WH Ciduk Pasangan Sesama Jenis di Banda Aceh

Satpol PP WH Ciduk Pasangan Sesama Jenis di Banda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Petugas dari Satpol PP WH Banda Aceh menciduk pasangan sesama jenis  di sebuah salon di Jalan Teuku Umar, Setui, Kota Banda Aceh.

Keduanya adalah AZ (23) warga Aceh Besar; dan MH (31), pria berperawakan wanita, warga Aceh Tamiang.

Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh melalui Kabid Penegakan Syariat Islam, Safriadi mengatakan, AZ dan MH diamankan pada Jumat malam, 4 Juni 2021 sekitar pukul 22.45 WIB.

Mereka diduga hendak melakukan hubungan badan sesama jenis di salon tersebut.

Perbuatan dua pria itu diketahui setelah warga melaporkan bahwa ada praktik yang dilakukan oleh waria di salon itu pada tengah malam.

Berbekal dengan informasi itu, tim Satpol PP yang beranggotakan 10 orang mendatangi lokasi dan melakukan penggerebekan.

Benar saja, didapatai keduanya tengah berada di lantai dua salon tersebut.

“Ada satu pria dan satu waria sedang melakukan pijat dengan hanya menggunakan celana dalam,” kata Safriadi kepada BERITAKINI.CO,Minggu (6/6/2021).

"Selesai pijat, rencana hendak melakukan liwath, namun keburu kita datang mereka tidak sempat melakukannya." 

Kemudian dua pasangan itu langsung diboyong ke kantor Satpol PP WH Kota Banda Aceh untuk pembinaan dan setelahnya keduanya dipulangkan kepada keluarga masing masing.

"Mereka kan tidak sempat melakukannya, jadi kita lakukan pembinaan serta wajib lapor di kantor, kalau perempuan dan lelaki sudah berduaan begitu, baru bisa kita proses sesuai hukum jinayat," ujarnya.

Sementara itu, untuk salon yang digunakan untuk melakukan perbuatan haram tersebut tidak menutup kemungkinan akan disegel dalam beberapa waktu ke depan.

"Selain telah melakukan pelanggaran, salon tersebut juga diketahui tidak memiliki izin usaha," ujarnya.

Kemudian dari hasil interogasi terhadap keduanya, mereka sudah sering melakukan transaksi untuk melakukan perbuatan haram tersebut dengan cara membayar upah sebesar Rp 200 ribu untuk sekali berhubungan.

"Jadi memang sudah sering, kita ketahui dari HP mereka, pria ini bayar waria untuk memuaskan nafsunya," ujarnya.

Safriadi melanjutkan, di salon tersebut semua pekerjanya adalah waria, praktik itu pun sering terjadi pada malam hari, sehingga membuat masyarakat resah.

"Dasar itu juga tim penyidik lagi mempelajari sanksi apa yang akan di beri untuk salon tersebut, kemungkinan besarnya akan disegel akibat telah banyak melakukan pelanggaran," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...