Satgas Waspada Investasi Ungkap Cara Mudah Kenali Ciri Investasi Bodong

Satgas Waspada Investasi Ungkap Cara Mudah Kenali Ciri Investasi Bodong
Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi, Togam L Tobing

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kasus penipuan investasi atau investasi bodong masih saja terus terjadi. Ada begitu banyak masyarakat yang sudah menjadi korbannya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total kerugian masyarakat selama satu dekade terakhir telah mencapai 114,9 triliun.

"Untuk 2020 saja, tak kurang dari Rp 5,9 triliun kerugian yang dialami masyarakat," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi, Togam L Tobing  pada Diskusi Waspada Investasi dan Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan di Kantor OJK Aceh, kemarin.

Melemahnya perekonomian sebagian masyarakat  pada masa Covid-19, lanjutnya, justru tidak berdampak terhadap penurunan kasus investasi ilegal. Sebaliknya, malah membuatnya meningkat.

Togam mengatakan, saat ini, kecenderungan masyarakat ingin berinvestasi dengan imbal hasil yang tinggi dan instan. Sehingga hal itu menjadi peluang bagi oknum pelaku investasi bodong.

“Saat ini penawaran investasi ilegal sudah secara online sehingga lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya. Target korban investasi bodong pun sudah merambah ke seluruh lapisan ekonomi masyarakat, dengan banyaknya penawaran investasi yang sangat murah dan mudah pihak investasi ilegal mulai banyak menjaring masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah,” ungkap Togam yang juga Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) Otoritas Jasa Keuangan ini.

Itulah sebabnya, kata Togam, masyarakat harus memahami benar ciri dan karakter investasi bodong tersebut.

"Harus memahami 2 L (legal dan logis) terlebih dahulu sebelum melakukan investasi," kata Togam.

Tongam menjelaskan bahwa praktik investasi ilegal kerap menawarkan cara mudah dan keuntungan yang tinggi alias tidak logis.

Sementara dalam praktiknya, mereka menjalankan bisnis tersebut tanpa izin atau legalitas. 

“Misal, tidak memiliki izin usaha atau memiliki izin kelembagaan (PT, Koperasi, CV, Yayasan, dll) tapi tidak punya izin usaha. Ada juga memiliki izin kelembagaan dan izin usaha, namun melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izinnya,” ungkapnya.

Itulah sebabnya, kata Togam, masyarakat harus jeli agar tak terjebak dengan investasi ilegal hanya karena tergiur dengan keuntungan besar dalam waktu singkat tersebut.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...