Sampah Bercampur Limbah Medis Menggunung di Belakang RSUD Aceh Tamiang

Sampah Bercampur Limbah Medis Menggunung di Belakang RSUD Aceh Tamiang

BERITAKINI.CO, Kuala Simpang | Tumpukan sampah yang menggunung di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang meresahkan warga.

Ini bukan hanya karena sampah tersebut menimbulkan bau dan merusak keindahan, tapi juga karena terdapat libah medis yang bercampur di dalamnya.

Beberapa jarum suntik, kain kasa, selang infus, sarung tangan medis, kotak obat, dengan mudah ditemukan di tumpukan sampah tersebut.

Padahal semua tahu, limbah medis sangat berbahaya. Ia dikategorikan sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun(B3). Karena itu pula, regulasi mengatur tata cara penanganannya.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 jelas melarang limbah medis dibuang di sembarang tempat.

Bahkan terdapat sanksi bagi yang melanggar seperti yang diatur pada Pasal 103 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di mana setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 3 miliar.

Fenomena ini jelas telah meresahkan masyarakat. Salah seorang warga yang sedang menjemput anaknya, Abdul Karim (43) kepada BERITAKINI.CO mengungkapkan bahwa dia telah melihat tumpukan sampah medis itu selama beberapa hari di depan RSUD Aceh Tamiang itu.

"Sangat berbahaya kalau terus dibiarkan seperti itu. Apalagi anak anak sekolah SD setempat sering bermain di sana, sebab tidak jauh dari sekolah mereka,” kata Karim, Jumat (8/11/2019)

Dia berharap kepada pihak rumah sakit agar segera mengambil sikap menangani sampah tersebut.

Sementara itu, Direktur RSUD Aceh Tamiang T Dedi Syah ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindak lanjuti hal itu.

"Pengangkut sampah yang selama ini digunakan sedang rusak. Sehingga membuat sampah sedikit terlambat untuk diangkut", katanya.

Terkait limbah medis, kata dia, nanti akan disortir untuk dipisahkan dari limbah non medis.

"Kami juga sudah ada kerja sama dengan mofit. Biasa pihak mereka yang mengangkut,” katanya.

Akan tetapi, sambung dia, karena yang mengontrak mofit seluruh Aceh dan bukan hanya RSUD Aceh Tamiang maka dari itu terlambat.

Selanjutnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sayed Mahdi ketika dikonfirmasi tidak banyak memberikan keterangan terkait hal itu.

"Pastinya mereka sudah paham dan mengertilah terkait aturan-aturan itu dan apa sanksinya yang harus diterima jika melanggar,” katanya. | ZULFITRA

Rubrik

Komentar

Loading...