Salah Pakai Masker Bisa Picu Sakit Leher

Salah Pakai Masker Bisa Picu Sakit Leher
Ilustrasi. Penggunaan masker tidak hanya menimbulkan efek samping seperti jerawat atau maskne, tapi juga gejala fisik lain yang tak diinginkan yakni leher kaku dan sakit. (iStockphoto/Aleksej Sarifulin)

BERITAKINI.CO | Penggunaan masker tidak hanya menimbulkan efek samping seperti jerawat atau maskne, tapi juga gejala fisik lain yang tak diinginkan yakni leher kaku dan sakit.

American Chiropractic Association (ACA) telah mengamati hubungan antara orang-orang yang menggunakan masker dalam waktu lama dan peningkatan nyeri rahang, kekakuan leher, ketegangan mata, nyeri punggung atas, dan sakit kepala.

"Masker dapat membatasi bidang pandang yang lebih rendah - terutama jika tidak dipasang dengan baik - menyebabkan orang menekan dagu, menggeser posisi tubuh, menahan leher dan postur tubuh mereka untuk mempertahankan garis pandang," demikian keterangan ACA.

Direktur klinis di Spear Physical Therapy di New York City, Ninia Agustin menyatakan bahwa masker yang tidak pas dapat menyebabkan nyeri leher meskipun kemungkinan besar bukan sebagai satu-satunya penyebab.

"Penghalang penglihatan tepi [saat memakai masker] adalah hal yang nyata," katanya kepada New York Post. "Mengapa? Saya tidak bisa hanya melihat ke bawah dengan mata saya; Saya harus melihat ke bawah dengan kepala dan leher saya," jelas Agustin.

Dia menjelaskan bahwa melakukan dengan cepat sesekali tidak akan menimbulkan masalah. Namun jika melihat ke bawah dalam waktu yang lama misalnya untuk melihat layar ponsel sekitar 30 menit, itu bisa menyebabkan leher sakit.

Agustin kemudian mengingatkan karena penggunaan masker masih diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus corona, maka masyarakat perlu meluangkan waktu untuk mencari masker yang sesuai.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS (CDC) telah menyarankan bahwa masker yang pas tidak akan memiliki celah di sisi wajah atau hidung, dan akan memiliki loop telinga yang memungkinkan masker untuk duduk dengan nyaman di dekat wajah.

Selain penggunaan masker yang salah, Agustin mengungkapkan bahwa peningkatkan nyeri di leher juga bisa dipicu karena tingkat stres karena bekerja dari rumah.

Untuk satu ini, dia mengatakan bahwa cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan bergerak sebanyak mungkin.

"Semakin banyak Anda menggerakkan leher, Anda akan semakin baik. Kapan pun Anda bekerja atau menelepon, cobalah untuk mulai bergerak setidaknya setiap jam," papar Agustin.

Ada cara lain untuk mengurangi tekanan, seperti peregangan leher samping. "Letakkan tanganmu di belakangmu. Angkat lengan Anda yang lain, lingkarkan di sekitar kepala Anda dan tarik perlahan ke satu sisi," saran Agustin. Ulangi di sisi lain.

Jika nyeri leher atau nyeri punggung bagian atas terus berlanjut atau sangat intens, dia menyarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter.

"Jika Anda merasakan mati rasa atau kesemutan di lengan Anda, rasa sakit yang membangunkan Anda di malam hari atau sakit kepala parah, segera periksakan," kata Augustin.

Rubrik
Sumber
CNNIndonesia.com

Komentar

Loading...