Rumah Wartawan Serambi Indonesia Diduga Dibakar OTK, Istri: Pernah Datang Pria Tak Dikenal Cari Suami Saya

Rumah Wartawan Serambi Indonesia Diduga Dibakar OTK, Istri: Pernah Datang Pria Tak Dikenal Cari Suami Saya

BERITAKINI.CO, Kutacale | Rumah milik Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia yang bertugas di Aceh Tenggara, diduga dibakar Orang Tak Dikenal, dini hari tadi, Selasa (30/7/2019). Selain menghanguskan rumah dan isinya, satu unit mobil Honda Mobilio miliknya yang terparkir di garasi, juga ikut terbakar.

Asnawi sendiri menduga ada unsur kesengajaan dalam musibah tersebut. Sementara Lisnawati, istri Asnawi mengungkapkan, sekira empat hari lalu, seorang pria tak dikenal sempat datang ke rumah mereka. Adapun Asnawi saat itu sedang berada di Banda Aceh.

“Ada seorang pria yang berpostur tinggi besar datang ke rumah kami dengan mengendarai sepeda motor. Pria yang tak saya kenal itu sempat terlihat berkeliling mengamati kondisi rumah. Ketika itu anak saya keluar rumah, lalu pria itu bertanya apakah ada ayah?” ungkap Lisnawati.

“Saat itu saya sempat mengintip dari jendela dan menemui pria tersebut dan bertanya kepada pria itu, bapak mencari siapa. Pria itu pun bertanya, ‘apakah ada Pak Asnawi?',” kata Lisnawati.

Lalu Lisnawati menyatakan bahwa suaminya sedang berada di Banda Aceh.

“Ada mau titip pesan pak biar saya sampaikan. Jika memang penting sekali hubungi saja nomor hp-nya. Lalu saya memberikan nomor hp suami saya karena menurut orang tersebut dia tidak punya nomornya,” ungkap Lisna.

Setelah dialog singkat itu, pria yang berbicara dengan bahasa Indonesia bercampur aksen Suku Alas tersebut langsung beranjak pergi. Lisna mengaku belum pernah melihat orang itu khususnya di Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Sedangkan Asnawi mengatakan, selama tiga bulan terakhir memang dirinya kerap memberitakan hal-hal yang cukup kritis.

Baca: Rumah Wartawan Serambi Indonesia Diduga Dibakar OTK di Aceh Tenggara

Ada beberapa berita yang sempat menuai beragam komentar di antaranya pemberitaan proyek monografi desa, proyek PLTMH di Lawe Sikap, masalah dugaan illegal logging dan termasuk ada proyek jalan di Dinas PUPR, kasus pengadaan tanah Pemkab Agara dan terakhir masalah galian C dan izinya.

Rubrik

Komentar

Loading...