Rumah Dinas Ketua DPRK Bener Meriah yang Terbengkalai Ternyata Pernah Direhab pada 2019

Rumah Dinas Ketua DPRK Bener Meriah yang Terbengkalai Ternyata Pernah Direhab pada 2019

BERITAKINI.CO, Redelong | Rumah dinas ketua DPRK Bener Meriah yang terletak di Kampung Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, menjadi buah bibir warga setempat.

Itu karena rumah tersebut dibiarkan terlantar alias tak berpenghuni. Masyarakat pun menilai rumah tersebut layak dijadikan lokasi syuting film horor lantaran kesannya yang angker.

Di mana aset daerah itu juga telah mengalami kerusakan di sana-sini.

Lihat: Rumah Dinas Ketua DPRK Bener Meriah Dinilai Layak Jadi Lokasi Syuting Film Horor

Tapi anehnya, baru-baru ini, rumah dinas tersebut dilaporkan baru selesai direhabilitasi. Bahkan sampai menyedot duit APBK 2019 senilai Rp 400 juta.

Kepala Bagian Umum Setdakab Bener Meriah Muhajir membenarkan jika bangunan tersebut sudah pernah direhab.

“Dikerjakan oleh CV Bintang Perkasa melalui proses tender, yang direhab saat itu pemasangan kubah, plafon, dan perbaikan kamar mandi serta pemasangan lampu,” sebutnya.

“Kita tidak mengetahui kenapa rumah tersebut tidak ditempati. Prosesnya sejauh ini saya tidak tahu. Kalau rumah tersebut sudah serah terima dengan legislatif pada tahun 2020.”

Sementara itu, Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) Maharadi menilai pengeluaran daerah senilai Rp 400 juta untuk rehab rumah dinas tersebut akhirnya hanya menjadi kegiatan mubazir alias penghamburan duit rakyat.

“Aneh, rumah sudah diserahterimakan antara eksekutif ke legislatif, itu artinya sudah 100 persen rehabilatasi selesai. Tapi kok terbengkalai?” katanya.

Dia pun menilai tak tertutup kemungkinan jika para proses rehabilitasi tersebut muncul celah-celah korupsi.

Jang-Ko meminta penegak hukum menyelidiki kasus terbengkalainya rumah tersebut.

“Yang kami maksud ada dugaan celah korupsi, kok sudah direhab dengan duit Rp 400 juta, masih saja tidak bisa ditempati,” katanya.

Sementara itu, mantan Wakil Bupati Bener Meriah periode 2007-2012 Sirwandi Laut Tawar mengatakan, DPRK mempunyai hak untuk merehabilatasi rumah dinas ketua DPRK tersebut.

Menurutnya pembangunan rumah dinas tersebut semasa pemerintahannya bersama Tagore Abu Bakar belum selesai dan dilanjutkan oleh bupati pengganti.

“Sebenarnya rumah itu bila difungsikan cukup lengkap sarana prasarananya, bahkan bisa melebihi pendopo bupati,” kata Sirwandi Laut Tawar.

“Ada sebelas kamar yang bisa difungsikan jika ada anggota DPRK luar daerah yang ingin menginap. Bahkan, bila masyarakat yang berurusan dengan DPRK bisa istirahat di situ, ini sebagai ide kepedulian kepada rakyat untuk dekat dengan wakilnya."

Rubrik

Komentar

Loading...