Rumah Dinas Ketua DPRK Bener Meriah Dinilai Layak Jadi Lokasi Syuting Film Horor

Rumah Dinas Ketua DPRK Bener Meriah Dinilai Layak Jadi Lokasi Syuting Film Horor
Penampakan rumah dinas ketua DPRK Bener Meriah

BERITAKINI.CO, Redelong | Rumah dinas ketua DPRK Bener Meriah dinilai layak menjadi lokasi syuting film horor. Itu karena rumah tersebut tak terurus sehingga menimbulkan kesan angker.

“Lihat saja kondisinya, rumput di halaman tingginya mencapai pinggang orang dewasa, jika sudah malam, rumah terasa angker,” kata Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-ko) Maharadi, Minggu (8/11/2020).

Lokasi rumah dinas yang dibangun dengan duit APBK di masa kepemimpinan Tagore Abu Bakar, itu ada di Kampung Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit atau tak jauh dari rumah dinas wakil bupati Bener Meriah.

"Bangunannya tidak terurus, sebagian kaca sudah pecah. Dinding bangunan kini sudah berlumut, rumah tersebut layak disebut rumah ‘hantu’ karena tidak berpenghuni," kata Maharadi.

"Sehingga layaknya dijadikan sebagai tempat adegan film horor berjudul ‘Pengabdi Setan’."

Maharadi mengaku cukup heran atas fenomena aset daerah yang terbengkalai tersebut. Di mana seharusnya rumah-rumah dinas lazim mendapat alokasi anggaran untuk pemeliharaan.

“Pertanyaannya, uang itu ke mana? Sangat disayangkan jika memang ada anggaran miliaran yang dikuncurkan, tapi bangunan terbengkalai,” ujar Maharadi.

Dia mengungkapkan, rumah dinas ketua DPRK tersebut pernah digunakan sebagai kantor sementara Dinas Pendidikan Bener Meriah.

“Bangunan itu pernah digunakan sebagai kantor Dinas Pendidikan Bener Meriah pada tahun 2016, karena saat kantor Dinas Pendidikan dihantam puting beliung, setelah itu kosong lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Bener Meriah Muhammad Saleh saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO mengatakan ingin menempati rumah dinas tersebut.

“Saya mau tinggal di situ, tapi lihatlah kondisinya, apakah layak untuk dihuni?" katanya.

Saleh mengaku telah menyampaikan pada sekda Bener Meriah untuk mencari rumah kontrakan sementara sebagai ganti rumah dinas tersebut.

"Biar saya yang bayar kontraknya, tapi kebutuhan rumah dibiayai eksekutif,” katanya.

"Namun Sekda mengatakan tidak bisa, karena itu menyalahin aturan. Untuk saat ini jarak dari rumah saya ke kantor sangat jauh.”

Sekretaris DPRK Bener Meriah Riswandika menambahkan, rumah dinas ketua DPRK Bener Meriah tersebut sebetulnya memang telah diserahterimakan dari eksekutif ke legislatif.

“Serah terimanya semasa sekwan sebelumnya. Intinya itu akan ditempati, tapi harus direnovasi kembali. Memang kita lihat rumah ini kan terbengkalai, jadi harus cek dulu apa yang harus direnovasi," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...