Rugikan Keuangan Negara Rp 232 Juta, Bekas Kadinsosnakertrans Aceh Singkil Dituntut 1,9 Tahun Penjara

Rugikan Keuangan Negara Rp 232 Juta, Bekas Kadinsosnakertrans Aceh Singkil Dituntut 1,9 Tahun Penjara

BERITAKINI.CO, Singkil | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Singkil menuntut Jaruddin, bekas Kadinsosnakertrans Aceh Singkil yang saat ini menjadi terdakwa korupsi Program Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni Tahun 2016, 1,9 tahun penjara.

JPU menilai, Jaruddin dan dua anak buahnya, masing-masing, Teuku Rahmadi dan Rahmadsyah, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum menguntungkan diri sendiri atau orang lain, penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara Rp 232 juta. 

Adapun terhadap Teuku Rahmadi dan Rahmadsyah dituntut masing-masing 1,3 tahun penjara.

Tuntutan dibacakan dalam sidang yang berlangsung virtual, Jumat, 7 Mei 2021. 

Kasi Pidsus Kejari Aceh Singkil, Delfiandi, Sabtu (8/5/2021) mengatakan, para terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Terdakwa Teuku Rahmadi dan Rahmadsyah juga dituntut membayar denda masing-masing Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara. 

Sedangkan terdakwa Jaruddin diwajibkan membayar sisa uang pengganti Rp 82 juta lebih dari kerugian negara Rp 232 juta lebih.

Lihat: Tiga Terdakwa Korupsi Rehabilitasi RTLH Aceh Singkil Kembalikan Kerugian Negara Rp 150 Juta

Sebelumnya, para terdakwa telah mengembalikan kerugian negara senilai Rp 150 juta.

Usai membacakan tuntutan, para terdakwa bersama kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan pada persidangan selanjutnya yang akan digelar pada 17 Mei 2021.

Rubrik

Komentar

Loading...