Rizal Aswandi: Saya Tidak Tahu Kenapa Dicekal KPK

Rizal Aswandi: Saya Tidak Tahu Kenapa Dicekal KPK
Mantan Kadis PUPR Rizal Aswandi (kemeja putih) saat berada di Montasik, Aceh Besar | Foto: A Putra/BeritaKini.co

BERITAKINI.CO, Jantho | Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Rizal Aswandi, mengaku belum menerima surat pemberitahuan secara resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pencekalan dirinya ke luar negeri.

Dia bahkan baru mengetahui adanya pencekalan tersebut dari media massa.

"Saya tidak tahu kenapa dicekal. Kalau butuh keterangan saya, saya akan kooperatif," kata Rizal Aswandi saat ditemui di kawasan Montasik, Selasa (10/7/2018) siang.

Dia juga mengaku bingung kenapa dirinya masuk dalam daftar pencekalan KPK dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT), yang berujung dengan penahanan dan penetapan tersangka Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Saya kan sudah tidak di Bina Marga (PUPR) lagi. Sejak April tidak di Bina Marga lagi. Saya sekarang di kantor Gubernur persiapan untuk MPP pensiunan," kata Rizal.

 Sebelumnya, KPK merilis daftar cekal terhadap empat orang terkait dugaan korupsi DOKA 2018.

Daftar ini dikeluarkan KPK pada Jumat (6/7/2018).

"Mengacu pada Pasal 12 UU KPK, dilakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 4 orang selama 6 bulan terhitung Jumat, 6 Juli 2018, yaitu Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri," ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada BERITAKINI.CO, Sabtu (7/7/2018).

Baca: KPK Rilis Daftar Cekal Keluar Negeri Terkait Kasus Irwandi, Nizarli dan Steffy Burase Termasuk

Hingga saat ini, Rizal mengaku belum menerima sepucuk surat pun mengenai hal tersebut. Namun, dirinya berpikir positif saja karena bisa saja daftar tersebut hanya sekadar pemberitahuan.

"Tapi kita siap dipanggil, kita akan hadir," kata Rizal.

Dia pun menampik terkait dengan dugaan dana suap otonomi khusus tersebut. "Karena kan saat proses tersebut saya sudah tidak di situ lagi," ujarnya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...