Rintis Usaha di Tengah Pandemi, IRT di Pidie ini Raub Omzet Rp 60 Juta per Bulan

Rintis Usaha di Tengah Pandemi, IRT di Pidie ini Raub Omzet Rp 60 Juta per Bulan

BERITAKINI.CO, Sigli | Yulianti (37) seorang ibu rumah tangga di Gampong Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, boleh dibilang sebagai perempuan yang jeli.

Di saat banyak sektor usaha gulung tikat akibat pandemi Covid-19, Yuli justru sukses merintis bisnis bakpia.

Tak sampai setahun, dia pun kini telah berhasil meraih omzet Rp 2 juta per hari, atau Rp 60 juta per bulan. Yuli juga mempekerjakan sejumlah tenaga kerja lokal.

Langkah Yuli memulai bisnis memang tergolong nekat. Itu dimulainya saat pandemi baru saja merambah ke Aceh.

Awal 2020 lalu, ibu dua anak ini memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai karyawan di usaha bakpi milik warga sekampungnya.

Bermodalkan Rp 10 juta dari gaji yang dikumpulkan selama bekerja, ditambah tabungan suami, serta pinjaman bank, ia pun memutus untuk merintis usahanya sendiri pada pertengahan 2020 lalu.

Dengan uang itu, ia membeli kebutuhan usaha, seperti open, pengiling kacang, serta bahan baku bakpia.

"Karena uang terbatas, kami memutuskan pelengkapan dasar membuat bakpia, bahkan bahan baku cuma dapat dibeliu sebagian saja,” kata Yulianti saat disambangi BERITAKINI.CO, Rabu (10/3/2021).

Karena tidak mampu membiayai pekerja, sang suaminya yang berprofesi sebagai pekerja serabutan pun pun dijadikan karyawan.

Sementara pengetahuan yang didapat selama berkerja dipraktikkan seutuhnya, baik dari komposisi bahan dan cara mengolak agar cita rasa bakpia terjaga.

Beberapa bulan menjalankan usahanya pembuatan bakpia, kini  usahanya mulai berkembang dan bahkan Yulianti bisa memberdayakan warga setempat untuk membantu produksi.

"Alhamdulillah, saat ini satu hari bisa menghabiskan 50 kilogram tepung terigu, 50 kilogram gula, 20 kilogram kacang merah dan sudah dibantu enam pekerja," ujar Yulianti.

Bakpia hasil produksi Yulianti biasanya dipasarkan ke warung-warung kopi, supermarket dan beberapa warga bahkan menyambangi usahanya untuk dijadikan oleh-oleh dan dikirim ke luar kota.

Bakpia produksi Gampong Pulo Pisang itu memiliki tekstur luar yang lembut dengan isian kacang merah yang melimpah dipadu rasa manis dan pas disantap hangat usai dikeluarkan dari open.

Selain itu, sambung Yulianti, kue itu bisa disimpan dalam waktu satu pekan ditempat kering dan lembab. Bahkan jika disimpan dilemari es bisa tahan sampai satu bulan.

"Untuk omset saat ini rata-rata satu hari mencapai Rp 2 juta dan kami produksi tiap hari," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...